Agenda

Sen
Sel
Rab
Kam
Jum
Sab
Min
  • KUSTOMFEST 2015, Showin’ Soul Parade Karya Kustom Kulture Kebanggaan Indonesia

    Senin, 05 Oktober 2015 | Expired
    Festival kustom kulture KUSTOMFEST 2015, Showin’ Soul resmi ditutup pada hari ini Minggu (4/10/2015). Selama dua hari penyelenggaraan ribuan pengunjung yang memadati area Jogja Expo Center seluas 15.000 m2 sukses dimanjakan oleh karya-karya terbaik yang datang dari berbagai kota di Indonesia. Sebanyak 150 motor kustom, 35 mobil kustom, dan 140 vendor booth yang ada di area indoor berhasil memikat mata penikmat kustom kulture yang hadir. Sementara area outdoor penuh sesak oleh para pencinta musik, kuliner, dan juga olahraga Skate dan BMX.   “Selama dua hari penyelenggaraan kami memberikan suguhan terbaik bagi penikmat kustom kulture yang hadir, ratusan karya yang hadir disini membuktikan bahwa anak bangsa juga mampu menghasilkan karya yang luar biasa dan mendapatkan pengakuan dari dunia internasional,” ujar Lulut Wahyudi, Direktur KUSTOMFEST 2015. Sesuai tradisi, hari ke dua KUSTOMFEST selalu menjadi puncak acara di mana akan ada pengumuman pemenang dari tiap kelas yang dikompetisikan termasuk kompetisi khusus Powerplant Motorcycle Challenge! Kustomfest 2015 – Zeneos dan Café Racer Day oleh Suryanation serta pengumuman pemenang Lucky Draw bagi pengunjung.   Tidak itu saja, penyelenggaraan KUSTOMFEST 2015 Showin’ Soul sukses mengundang ribuan wisatawan baik lokal maupun internasional yang memacu sektor ekonomi pariwisata meningkat, hunian hotel termasuk tiket menuju Yogyakarta naik pesat. Tidak heran Pemerintah DIY turut mengapresiasi gelaran ini sebagai salah satu asset event destinasi wisata unggulan.        Beberapa kelas yang dipertandingkan untuk roda empat seperti: Hot Rod, Japan Retro Kustom Car, Kustom Airkooled, dan Muscle Car dan roda dua sudah memunculkan nama-nama pemenangnya. Untuk kompetisi roda dua terbagi menjadi 2 (dua) kelas utama yaitu: 1) Main Class untuk motor yang berjumlah cc > 250 cc dengan kelas-kelas seperti: American Stock Kustom, American Prostreet, American Chopper & Bobber, Bagger, Japan Chopper & Bobber, dan FFA Main Class; 2) Nitrohead untuk motor yang berjumlah cc < 250 cc dengan kelas-kelas seperti: Choppy Cub, Old & Retro, dan FFA Nitrohead.   Yaniv Evan, salah satu guest star KUSTOMFEST 2015 dari Powerplant Motorcycle mengungkapkan kekagumannya terhadap karya-karya builder lokal yang di luar perkiraannya. ”Hasil-hasil yang ada di Kustomfest 2015 ini diluar ekspektasi saya karena banyak builder yang memiliki talenta luar biasa dengan hasil karya yang bagus. Dan yang lebih luar biasa lagi banyak dari para builder tersebut masih berusia muda” lanjut Yaniv.   Selain itu, pada perhelatan KUSTOMFEST 2015 ini juga diberikan apresiasi dan dukungan penuh kepada penggiat kustom yang tak henti berkarya dan menginspirasi industri kustom kulture Indonesia. Penghargaan Lifetime Achievement kali ini diserahkan kepada Tommy Manoch, mantan pebalap Indonesia yang terkenal dengan filosofi balapnya “Ulah Adigung” – yang kurang lebih memiliki arti “Jangan Sombong” dan almarhum Waryo Amak seorang tokoh motor klasik di Surabaya atas kontribusinya kepada dunia otomotif nasional.   KUSTOMFEST 2015 juga menyajikan bermacam pertunjukan karya kustom, seperti Kustom Bike Show, Hot Rod & Kustom Car Show, Kustom Paint Battle, Kustom Art & Klasik Island, Vendor Booth, Body Art Show, Kustom Bicycle & Pedal Car, Junkyard Festival, Diecast Show, Stunt Rider Show oleh Wawan Tembong, Helmet Kustom Paint Kontest , Photo Kontest , BMX Kontest, dan Kustom Kulture Foodfest. Di panggung musik outdoor, band Deadsquad, Navicula, The Hydrant berhasil memuaskan pengunjung KUSTOMFEST 2015 yang hadir.   Beberapa pelaku kustom internasional seperti: Yaniv Evan – Powerplant Motorcycle, Yuichi Yoshizawa - Custom Works Zon, Shige Suganuma - Mooneyes inc, Hiro "Wildman" Ishii, Kaichiroh Kurosu – Cherry’s Company, Luke Ray - Fuel Magazine, Geoff Baldwin - Tank Moto, Fred Bagur- Wild Motorcycles juga semakin memeriahkan acara festival kustom terbesar di Indonesia ini.   Salah satu puncak dari gelaran Kustomfest yang selalu berhasil menyedot animo pengunjung adalah pengumuman pemenang Lucky Draw. Setiap pengunjung yang sudah membeli tiket seharga Rp 50.000, - mendapat kesempatan untuk ‘menunggangi’ Kustom Bike dengan nama ‘Jaran Kore’ yang berbasis BMW R65 bermesin Boxer 650 cc lansiran 1978 karya Retro Classic Cycles. Tahun ini hadiah Lucky Draw dimenangkan oleh Tedi Wahyudi asal Balikpapan yang berhasil membawa pulang ‘Jaran Kore’. “Saya tidak menyangka bisa menjadi pemenang Lucky Draw malam mini, sebelumnya saya berniat untuk memodifikasi sebuah motor tetapi malam mini saya sungguh beruntung bisa mendapatkan motor ‘Jaran Kore’ ini” lanjutnya.   “Selamat kepada pemenang yang berhasil mendapatkan lucky draw malam ini, ‘Jaran Kore’ adalah karya dari kami untuk pengunjung yang mengapresiasi festival ini dengan datang dan menikmati karya-karya anak bangsa dan turut mendorong kemajuan industri kustom di Indonesia. Tahun depan kita akan berupaya untuk memberikan kejutan yang pastinya lebih seru. Sampai jumpa di Kustomfest 2016, 8-9 Oktober mendatang.” tutup Lulut.
  • Riuhnya Panggung Literasi Selatan

    Senin, 05 Oktober 2015 | Expired
    Riuh ramai penonton memadati Lapangan Prancak, Panggungharjo, Sewon, Bantul Yogyakarta selama tiga hari berturut-turut. Sebuah panggung rakyat yang menyajikan beragam kesenian daerah dihadirkan dalam Panggung Literasi Selatan. Merupakan Equator Festival rangkaian dari Biennale Jogja XIII yang telah sukses digelar dari mulai dibukanya acara oleh Ibu Yustina Neni selaku Direktur Yayasan Biennale Yogyakarta yang didampingi oleh Rain Rosidi selaku Direktur Artistik Biennale Jogja XIII dan Bp. Wahyudi Anggoro Hadi, Lurah setempat pada 2 Oktober 2015 di Halaman Radio Buku dan berakhir semalam 4 Oktober 2015.   Bersinergi dengan pemerintahan Desa Panggungharjo, perhelatan ini sekaligus menandai dibukanya rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Panggungharjo, hingga bulan Desember 2015. Selain di Lapangan Prancak, dua titik dipilih menjadi tempat diselenggarakan rangkaian Panggung Literasi Selatan yaitu di Halaman Radio Buku dan Kantor Kelurahan Panggungharjo.   Beragam kegiatan yang menampilkan kreativitas dan potensi masyarakat lokal dihadirkan disini. Seperti pameran, pasar, pertunjukan, diskusi, pemutaran film, dan kirab budaya. Panggung Seni Desa dengan menghadirkan Karawitan Ibu-ibu Purborini (Geneng), Qolbu Laras Manunggal (Jogoripon), Paguyuban Purbo Laras (Geneng), Pencak Silat Wijaya Kusama (Dongkelan), Orkes Tradisi Tombo Ati (Kweni), Paguyuban Karawitan Purba Wirama (Geneng), Silverstay Band (Tegal Krapyak), Tari Candik Ayu (Jogoripon), Kampung Dolanan (Pandes), Sanggar Anak Saraswati (Kweni), Sanggar Seni Remaja Wiramuda (Prancak Dukuh), Paguyuban Shalawat Jawa Ngudi Utomo (Krapyak Wetan), Kelompok Seni Sasana Rukun Margo Hasanah (Krapyak Kulon), Grup Rebana Putri Al Halim (Geneng), Ketoprak Mudho Budi Wiromo (Pandes), Shalawat Jawi (Cabeyan), Karawitan Laras Manunggal (Tegal Krapyak), Kumolo Retno (Dongkelan), Kelompok Manunggal Budaya (Dongkelan), Jathilan Manunggal Budaya (Dongkelan), Grup Akustik Suges (Gesikan), Jathilan Kuda Beksi Muda Manunggal (Pandes), Bregodo Wirotamtomo (Pandes), Sanggar Seni Muda-mudi (Gesikan), TK PKK 117 Asy Syakirin (Geneng), Sanggar Pelangi feat RM Fajar Dwiarianto (Dongkelan).   Kirab Budaya diikuti oleh 18 kelompok / peserta. Terdiri dari warga dari beragam dusun yang ada dalam wilayah administratif Kelurahan Panggungharjo diantaranya Geneng, Garon, Ngireng-Ireng, Kweni, Cabeyan, Pelemsewu. Dalam kirab ini, potensi desa wisata Panggungharjo diperlihatkan, selain dalam keikutsertaan, juga partisipasi dalam pembukaan dapur umum sebagai wujud penanaman nilai kegotongroyongan dalam desa. Berangkat dari Lapangan Prancak, Perempatan Samsat, Pedukuhan Sawit, Jogoripan, dan kembali lagi ke Lapangan Prancak.   Pertunjukan puisi poskolonial yang dikelola komunitas sastra Ngopi Nyastro, panggung juga menghadirkan orasi sastra dan budaya nonkanon oleh sastrawan Saut Situmorang. Digelar di halaman Radio Buku semalam.   Selain itu komunitas-komunitas yang tergabung dalam rangkaian acara Panggung Literasi Selatan masing-masing membuat kegiatan yang membuat acara menjadi semakin beragam. Seperti Komunitas Kretek yang membuat diskusi menarik seputar kopi, kretek dan negara dihadirkan tepat pada Hari Kretek yang jatuh pada tanggal 3 Oktober 2015 juga membuat Kompetisi Nyete (melukis diatas kretek). Bunda Kata yang membuat workshop Tindes Art, Pindai Media yang menawarkan makalah bermutu dan bisa di unduh serta gandakan. Kamar Jombloo yang dirancang oleh Seniman Ruang Kelas SD (RKSD) dengan karya-karya “photosopan” Agus Mulyadi yang membuatnya menjadi selebritas kesepian dan parade poster meme-meme marxis yang tragis dari Dewan Kesepian Jakarta (DKJ), serta bekerjasama dengan Kamissinema ISI yang memutarkan film Afrika ‘Finding Fela’. Dan masih banyak lagi Komunitas yang tergabung seperti MojokDotCo, Warung Arsip, Ngopi Nyastro, RKSD, Jawigraphy, Warkop Bintang Mataram 1915, Dongeng Kopi dan kolektor-kolektor zine dari Yogyakarta, Bandung, dan Solo.   Di Kelurahan Panggungharjo, Pameran dan Workshop Mading untuk memperkaya pengetahuan perihal mading dan pengelolaan gagasan, Combaine Resource Institution (CRI) pada Sabtu, 3 Oktober 2015, pukul 12.00-14.00 memfasilitasi perwakilan peserta mading untuk belajar bersama dalam sebuah kelas lokakarya diikuti oleh sekitar 30 an peserta.   Tiga hari penyelengaraan Panggung Literasai Selatan ini selain sebagai penanda dimulainya rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Panggungharjo juga merupakan penanda dimulainya Equator Festival rangkaian dari acara Biennale Jogja XIII yang selanjutnya pada 30 Oktober 2015 akan dilaksanakan Equator Festival yang kedua yaitu Festival Tanah di Giripeni, Kulonprogo, Yogyakarta.
  • Chemistry Futsal Competition

    Sabtu, 03 Oktober 2015 | Expired
    Chemistry Futsal Competition | 3-4/10/2015 | GOR UIN SUKA | Biaya: 200K/tim | Info: @poskim_2015
  • Pameran Foto Kofipon

    Sabtu, 03 Oktober 2015 | Expired
    Pameran foto @KoFiPon jogja | Hutan Pinus Mangunan | 3 - 4 Oktober 2015 | Pukul 09.00 - selesai | GRATIS | CP: 085640563359
  • Festival Band KWM Creative Days #3

    Sabtu, 03 Oktober 2015 | Expired
    Festival band | Pendaftaran 10 Agustus - 24 September 2015 | CP: 08562940380 | http://kwm.sv.ugm.ac.id
  • KUSTOMFEST 2015

    Sabtu, 03 Oktober 2015 | Expired
    3-4 Oktober 2015 | Pukul 09.00-22.00 KUSTOMFEST 2015 Showin' Soul | JEC | HTM Rp. 50K | Lucky Draw Kustom Bike
  • Citos Travel di Garuda Indonesia Travel Fair Ambarrukmo Plaza

    Jumat, 02 Oktober 2015 | Expired
    Kunjungi booth Citos Travel di Garuda Indonesia Travel Fair 2-4/10/15 di Amplaz. Dapatkan diskon hingga 600 ribu + ekstra voucher menarik ke semua rute
  • Emansipasi Desa, Kebudayaan, Ritus, dan Pengetahuan

    Jumat, 02 Oktober 2015 | Expired
    Biennale Jogja (BJ) merupakan perhelatan besar seni rupa yang rutin diselenggarakan setiap dua tahun sekali oleh Yayasan Biennale Yogyakarta (YBY) dan Pemerintah Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada tahun 2011, YBY meluncurkan proyek Biennale Jogja seri Ekuator (Biennale Equator). Seperti ditunjukkan pada namanya, Biennale Equator adalah Biennale yang bekerja di kawasan Khatulistiwa. BJ seri Equator ini akan membawa Indonesia, khususnya Yogyakarta, mengelilingi planet Bumi melintasi garis selama 10 tahun.   BJ seri Ekuator merupakan serangkaian pameran dengan agenda jangka panjang yang akan berlangsung sampai dengan tahun 2022. Dalam setiap penyelenggaraannya, Biennale Equator akan bekerja sama dengan satu atau lebih negara atau kawasan di sekitar Katulistiwa. Pada perhelatan BJ XIII 2015 – Equator #3 kali ini, YBY mempertemukan Indonesia dengan salah satu negara di Benua Afrika yaitu Nigeria.   Bersinergi dengan pemerintahan Desa Panggungharjo, perhelatan ini sekaligus menandai dibukanya rangkaian kegiatan peringatan Hari Ulang Tahun Desa Panggungharjo, hingga bulan Desember 2015.   Sebagai upaya untuk mendukung dan menyongsong perhelatan besar ini, diselenggarakan beragam kegiatan yang menampilkan kreativitas dan potensi masyarakat lokal.   Salah satunya ditunjukkan dalam Panggung Literasi Selatan (PLS). Kegiatan ini merujuk pada lokasi penyelenggaraan, yaitu di Desa Pangguharjo, Sewon, Bantul. Terbagi dalam tiga titik di desa yang potensial ini, warga desa menghadirkan pelbagai pontensinya untuk dapat diangkat ke panggung internasional. Maka tak berlebihan jika tagline yang dipakai adalah Dari Panggungharjo ke Panggung Internasional yang dikemas dalam tema besar “Emansipasi Desa: Kebudayaan, Ritus dan Pengetahuan”.   Fokus utama dari festival ini adalah pada tema. Ada dua hal yang coba dirayakan dalam festival ini. Pertama, memberi ruang bagi praktik-praktik literasi yang mandiri dari pelbagai latar identitas tertentu. Kedua, memanggungkan praktik-praktik ritual yang ada dalam masyarakat sebagai bagian dari praktik literasi warga. Selain itu acara juga mengakomodasi isu Asia dan Afrika melalui kajian sastra dan film.   Dalam praktik perhelatan PLS, komunitas yang tampil cukup beragam. Salah satunya adalah Radio Buku yang selama ini menjadi media dan ruang bagi kerja literasi dan dokumentasi pada bidang perbukuan, sejarah, seni, dan sastra. Selain itu kerjasama perhelatan juga melibatkan komunitas lain seperti Bunda Kata, Grup-grup Kesenian Desa Panggungharjo, MojokDotCo, Pindai, Jombloo, Minum Kopi, Warung Arsip, Ngopi Nyastro, Kamissinema ISI, RKSD, Jawigrapgy, Warkop Bintang Mataram 1915, Dongeng Kopi, Komunitas Kretek, dan kolektor-kolektor zine dari Yogyakarta, Bandung, dan Solo.    Ragam Kegiatan Kegiatan Panggung Literasi Selatan (PLS) terdiri dari pameran, pasar, pertunjukan, diskusi, pemutaran film, dan kirab budaya. Kegiatan itu diselenggarakan di tiga lokasi, yaitu: 1.      Dusun Prancak Glondong (Halaman Radio Buku, Jl. Sewon Indah I) 2.      Dusun Pandes (Kantor Kelurahan Panggungharjo) 3.      Lapangan Prancak (Utara Kampus ISI Yogyakarta)   Rembug Desa Minggu, 3 Oktober 2015 | 10.00-13.00 WIB Ruang Pertemuan Kantor Kelurahan Panggungharjo   Rembug ini menjadi forum silaturahmi dan ngudo roso pelbagai elemen desa di Bantul demi terwujudnya cita-cita bersama. Penggerak-penggerak budaya di Yogyakarta dihadirkan untuk berbagi pengalaman membangun desa berbasis budaya dan wisata.   Kirab Budaya Minggu, 4 Oktober 2015 14.00 - 18.00 WIB Mulai: Situs Karanggede, Geneng | Akhir: Kantor Kelurahan Panggungharjo   Kirab ini merupakan agenda rutin dari Desa Panggungharjo yang diselenggarakan sebagai bentuk syukur atas hari jadi desa tersebut. Dalam Equator Festival Biennale Jogja XIII, kirab budaya ini diselenggarakan menyusuri situs budaya Karanggede yang menjadi penanda terakhir bagaimana cerita kampung ini dimulai.   Kirab ini diikuti warga dari beragam dusun yang ada dalam wilayah administratif Kelurahan Panggungharjo, kelompok kesenian, kelurahan tetangga yang diundang, mahasiswa seni, maupun turis asing yang berdarmawisata di Jogja, serta peserta Panggung Literasi Selatan. Dalam kirab ini, potensi desa wisata Panggungharjo diperlihatkan, selain dalam keikutsertaan, juga partisipasi dalam pembukaan dapur umum sebagai wujud penanaman nilai kegotongroyongan dalam desa.   Panggung Seni Desa 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB   Panggung seni desa diisi oleh sekira 20-an kelompok seni yang dikelola warga secara mandiri. Dengan tema “Menyatukan Yang Terserak”, panggung ini adalah upaya pelacakan, penyatuan, dan media pemberdayaan seni warga. Kelompok seni warga desa yang terlibat, antara lain: Karawitan Ibu-ibu Purborini (Geneng), Qolbu Laras Manunggal (Jogoripon), Paguyuban Purbo Laras (Geneng), Pencak Silat Wijaya Kusama (Dongkelan), Orkes Tradisi Tombo Ati (Kweni), Paguyuban Karawitan Purba Wirama (Geneng), Silverstay Band (Tegal Krapyak), Tari Candik Ayu (Jogoripon), Kampung Dolanan (Pandes), Sanggar Anak Saraswati (Kweni), Sanggar Seni Remaja Wiramuda (Prancak Dukuh), Paguyuban Shalawat Jawa Ngudi Utomo (Krapyak Wetan), Kelompok Seni Sasana Rukun Margo Hasanah (Krapyak Kulon), Grup Rebana Putri Al Halim (Geneng), Ketoprak Mudho Budi Wiromo (Pandes), Shalawat Jawi (Cabeyan), Karawitan Laras Manunggal (Tegal Krapyak), Kumolo Retno (Dongkelan), Kelompok Manunggal Budaya (Dongkelan), Jathilan Manunggal Budaya (Dongkelan), Grup Akustik Suges (Gesikan), Jathilan Kuda Beksi Muda Manunggal (Pandes), Bregodo Wirotamtomo (Pandes), Sanggar Seni Muda-mudi (Gesikan), TK PKK 117 Asy Syakirin (Geneng), Sanggar Pelangi feat RM Fajar Dwiarianto (Dongkelan).   Kelompok seni desa ini tampil di tiga panggung utama yang tersebar di Dusun Prancak Glondong (Halaman Radio Buku, Jl. Sewon Indah I), Dusun Pandes (Kantor Kelurahan Panggungharjo), dan Lapangan Prancak. Pameran dan Workshop Mading 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Kantor Kelurahan Panggungharjo | Pandes   Melibatkan puluhan sekolah SMP se-Kabupaten Bantul, pameran mading ini bertujuan untuk memancing kepekaan siswa menggali sisi keistimewaan di lingkungan sekitarnya. Bertajuk “Kita Istimewa”, mading yang dipamerkan dinilai oleh pengunjung dan pemenang pilihan pengunjung tersebut diumumkan saat penutupan Panggung Literasi Selatan.   Untuk memperkaya pengetahuan perihal mading dan pengelolaan gagasan, Combaine Resource Institution (CRI) pada Sabtu, 3 Oktober 2015, pukul 12.00-14.00 memfasilitasi perwakilan peserta mading untuk belajar bersama dalam sebuah kelas lokakarya di Kantor Kelurahan Panggungharjo.   Lapak Buku Indie 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I Prancak Glondong   Lapak Buku dinisiasi Pojok Cerpen dengan melibatkan produsen dan lapak yang saat ini eksis di dunia perbukuan Yogyakarta, seperti Sindikat Buku, Jual Buku Sastra, Indie Book Corner, dan Warung Arsip. Lapak Buku ini menyuguhkan buku-buku yang diterbitkan secara mandiri dan independen, termasuk di dalamnya buku-buku silat/seks yang populer di tahun 80-an.   Lapak Makalah Bermutu Pindai 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Bertajuk “Free Makalah Bermutu Pindai; Gandakan di Fotocopy”, Pindai menyajikan makalah-makalah bermutu dari penulis-penulis terpilih. PINDAI.ORG adalah ruang publikasi kolektif untuk peliputan dan analisis yang disajikan secara kritis sekaligus mendalam. Melalui prinsip kerja jurnalisme telaten, Pindai berupaya membangun informasi yang cermat, teliti, dan akurat, dengan pendekatan narasi yang luwes dan segar. Kerja-kerjanya, meski tak selalu, melalui proses kurasi editor. Makalah-makalah yang dikerjakan perkumpulan anak muda yang bisa dihubungi di redaksi@pindai.org.   Lapak Kliping Jogja Istimewa Warung Arsip 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Menghadirkan kliping lengkap tentang perdebatan awal hingga ditetapkan Keistimewaan Yogyakarta. Juga kliping dengan fokus utama di seputar politik keraton dan perkawinan. Kliping ini disusun warga yang tinggal di Yogyakarta, Mbah Slamet Suwanto. Dengan kegigihan dan keuletannya, berbundel-bundel kliping itu bisa dibaca dan digandakan dengan fotocopy secara gratis.   Jawigraphy 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Ringkasan identitas pengunjung ditulis di atas lontar?  Datang saja ke booth pertunjukan "Jawigraphy". Seniman muda kaligrafi Jawa, Akeem, menuliskan diri pengunjung secara on the spot di atas daun lontar yang menjadi medium literasi saat RI masih di era kerajaan-kerajaan yang terserak. Menghadirkan praktik menulis di atas lontar adalah praktik menyandingkan yang silam dengan bertolak pada medium dan praktik seni kontemporer. Nyete dan Diskusi “Kopi, Kretek, dan Negara” Sabtu, 3 Oktober 2015 | 19.00-21.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Minum Kopi, Bintang Mataram 1915, dan Komunitas Kretek mempersembahkan diskusi bertema: “Kopi, Kretek, Negara”. Selain diskusi, di booth Minum Kopi dan Bintang Mataram 1915 digelar pertunjukan dan lomba nyete, yakni seni melukis kretek dengan kopi yang menjadi tradisi "khas" Pantura. Ini upaya menghadirkan pewacanaan literasi di dunia rempah kita, terutama kopi dan kretek, yang kini bersitegang dengan kuasa modal dan negara.   Pameran & Diskusi Arsip Zine 2,3, 4 Oktober 2015 | 09.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Pameran zine di Dusun Prancak Glondong ini diniatkan sebagai gerakan pendokumentasian dan pencatat ulang pada "jurnalisme" bawah tanah. Dikerjakan dengan melibatkan inisiasi individu dan kolektif. Pengarsipan dan pameran sampul zine terpilih hingga diskusi posisi zine dalam gerakan menjadi rantai utama festival ini. Mesin fotokopi sebagai "mesin propaganda" dihadirkan untuk penggandaan.   Pameran Zine ini menampilkan koleksi yang terserak: Indra Menus, Isrol Media Legal, Arsita Cangkang Serigala, Newseum, Ora Weruh, Pawon, Warung Arsip, dan Arsivis Solo. Di Lapak Zine!, pengunjung bisa memilih dan menggandakan!   Untuk mengetahui posisi zine dalam kultur literasi klandestin kita, diselenggarakan diskusi bertajuk sama dengan pameran, yakni “Bacaan Liar: Agen, Visual, dan Bahasa”. Diskusi ini menghadirkan pembicara: Koskow, Dosen DKV, ISI Yogyakarta; Indra Menus, Kolektor dan Penggerak Zine; Muhidin M Dahlan, Pendiri Newseum Indonesia. Sementara Arsita Pinandita, Pengajar ISI dan Musisi, bertindak sebagai moderator.   Buku Gotong-Royong 3 Oktober 2015 | 13.00 - 15.00 WIB Radio Buku, Sewon Indah I, Prancak Glondong   Bertajuk “Gotong Royong Selipat Buku” Kelompok Bundakata yang rutin bereksperimen dengan medium cetak menggelar lokakarya tentang pembuatan bacaan dengan berkaca pada prinsip-bacaan yang digarap sederhana, terjangkau, dan emansipatif.   Panggung Sastra 2,3, 4 Oktober 2015 | 10.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Pertunjukan puisi poskolonial dikelola komunitas sastra Ngopi Nyastro. Panggung ini juga menghadirkan orasi sastra dan budaya nonkanon oleh sastrawan Saut Situmorang. Diselenggarakan pada 4 Oktober 2015, pukul 20.00 WIB, di Dusun Prancak Glondong.   Mojok Bareng Anak Mojok 2,3, 4 Oktober 2015 | 10.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Sebagai pendatang baru dalam dunia bacaan setelah gelombang 2.0 bergerak cepat dan gawai makin murah, MOJOK.CO menyajikan bacaan baru yang segar dengan pencarian sudut pandang bahasa yang tak biasa. Walau masih berusia satu tahun, web yang berjargon “Sedikit Nakal Banyak Akal” ini mampu mendatangkan pembaca yang melimpah.   Inilah media selow yang mewadahi tulisan para penulis yang punya energi serta kreativitas berlebih. Sebuah media alternatif dengan konten segar dan menghibur. Media untuk bersenang-senang dan bergembira bersama.   Beberapa penulis utama di MOJOK.CO menjadikan arena Panggung Literasi Selatan sebagai panggung mojok.   Kamar Jomblo 2,3, 4 Oktober 2015 | 10.00 - 22.00 WIB Hall Radio Buku "Bale Black Box", Sewon Indah I, Prancak Glondong   Jombloo, sebuah situs web yang masih happy dengan “aib”-nya dalam masyarakat berpasangan, berijtihad memperkenalkan kepada publik bagaimana sesungguhnya kehidupan kamar seorang jomblo. Jombloo juga menampilkan seniman-seniman berbakat dari kaumnya: seperti karya-karya “potosopan” Agus Mulyadi yang membuatnya menjadi selebritas kesepian dan parade poster meme-meme marxis yang tragis dari Dewan Kesepian Jakarta (DKJ). Jargon utamanya: Progresif, Militan, Kesepian.   Catatan Kerja Visual RKSD 2,3,4 Oktober 2015 | 10.00-22.00 WIB Bale Black Box/Radio Buku, Sewon Indah I, Prancak Glondong   Tiga tahun bekerja dalam kampung, seniman street art yang tergabung dalam Ruang Kelas SD (RKSD), menjadi fenomena sendiri pasca Jogja Mural Forum (JMF). Dengan kegigihannya, mereka meyakinkan warga di Kampung Geneng, Panggungharjo, bahwa kerja street artist tidaklah sama dengan si vandal. Tiga tahun bersama warga itu yang mereka perlihatkan dalam “Catatan Kerja”.   Selama tiga hari Kamisinema ISI Yogyakarta menyelenggarakan pemutaran film-film dokumenter terpilih Asia (Indonesia) – Afrika (Nigeria).
  • Setu Sinau: Pelatihan Menulis Dasar | GRATIS

    Sabtu, 03 Oktober 2015 | Expired
    Setu Sinau: Pelatihan Menulis Dasar | Sabtu, 3 Oktober 2015 | Pembicara: Tim Galang Press & Gudegnet | Bertempat di Kantor Gudegnet: Jl. Petung No. 31 Papringan, Yogyakarta | GRATIS!!! Terbatas untuk 20 peserta | Daftar di: (0274) 554985 atau 087854000006
  • Pergelaran Sendratari Ketangguhan Dibalik Sampul Kecantikan Roro Mendut

    Sabtu, 03 Oktober 2015 | Expired
    Pergelaran Sendratari | Sabtu, 3 Oktober 2015 | Audit Driyarkara USD | HTM: 20K | CP: 085647293925 Riya

jogjastreamers

GCD 98,6 FM

GCD 98,6 FM

Radio GCD 98,6 FM


RETJOBUNTUNG 99.4 FM

RETJOBUNTUNG 99.4 FM

RetjoBuntung 99.4 FM


UNISI 104,5 FM

UNISI 104,5 FM

Unisi 104,5 FM


JIZ 89,5 FM

JIZ 89,5 FM

Jiz 89,5 FM


UNIMMA FM 87,60

UNIMMA FM 87,60

Radio Unimma 87,60 FM


SWARAGAMA 101.7 FM

SWARAGAMA 101.7 FM

Swaragama 101.7 FM


Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini