www.gudeg.net, Yogyakarta - Berdasarkan siaran berita yang dirilis BMKG pada 6 Maret 2018, beberapa hari ke depan, kondisi atmosfer diindikasikan mengalami peningkatan dengan ditandai dan terdeteksi adanya aliran udara basah dari Samudera Hindia ke wilayah Indonesia.
“Kondisi tersebut diperkirakan mengakibatkan potensi hujan dengan intensitas lebat terjadi di wilayah Indonesia,” kata Drs. R Mulyono Rahadi Prabowo,M.sc, deputi bidang metereologi.
Dengan potensi cuaca ekstrem ini, BMKG mengimbau kepada masyarakat yang tinggal di wilayah berpotensi hujan lebat, termasuk Daerah Istimewa Yogyakarta, terutama di daerah rawan banjir dan longsor untuk mewaspadai potensi genangan, banjir maupun longsor; kemungkinan hujan disertai angin yang dapat menyebabkan pohon maupun baliho tumbang/ roboh, juga agar tidak berlindung di bawah pohon jika hujan disertai kilat/ petir.
Dalam prakiraan cuaca hari ini (7/3), siang ini di Wilayah Kota Yogyakarta, Bantul, Sleman, Wonosari, diperkirakan akan turun hujan lokal, sedangkan di Wates berawan. BMKG memberi peringatan dini untuk mewaspadai hujan lebat disertai petir dan angin kencang di Wilayah Sleman (Turi, Pakem, Cangkringan, Ngaglik, Tempel, Ngemplak).




Kirim Komentar