Gudeg.net - Telah terjadi letusan Merapi Jumat (01/06), pukul 08.20 WIB. Letusan terjadi selama 2 menit, amplitudo maksimum 77 mm, tinggi kolom letusan hingga 6.000 m mengarah ke barat laut, teramati dari Pos Pengamatan Gunung Merapi Jrakah.
Dilaporkan di sekitar Pos PGM Jrakah terjadi hujan abu pada pukul 08.05 WIB, dan di sekitar Pos PGM Selo pada pukul 09.02 WIB. Awalnya arah angin saat letusan mengarah ke barat laut, namun pada pukul 08.30 WIB, berdasarkan informasi dari BMKG Satklim Jogja, angin mengarah ke barat daya.
Dari Pos PGM Jrakah dan Babadan tampak asap putih di area hutan di sektor barat laut yang berjarak sekitar 1,5 km dari puncak. Dugaan sementara adalah hal ini disebabkan karena adanya vegetasi yang terbakar.
Kegempaan pada Kamis (31/05) mencatat terjadi hembusan sebanyak 4 kali, VT 5 kali dengan kedalaman dominan di bawah 3 km dari puncak, guguran sebanyak 11 kali, dan tektonik sebanyak 1 kali. Terjadinya gempa VT menjadi indikasi proses magmatis berpengaruh pada letusan pagi ini.
Berdasarkan kedalaman gempa VT yang terjadi, ekstrusi magma diperkirakan masih akan memakan waktu karena posisi magma masih di bawah 3 km. Tidak tercatat dalam data deformasi adanya gejala inflasi atau deflasi yang berarti. Data geokimia dari pengamatan SO2 di puncak Merapi juga tidak menunjukkan adanya peningkatan flux.
Rudy Suhendar, Kepala Badan Geologi, dalam siaran pers memberi kesimpulan bahwa, "Peningkatan aktifitas vulkanik Merapi masih tinggi, sehingga status masih ditetapkan pada Level II (Waspada), penduduk di Kawasan Rawan Bencana III untuk tetap meningkatkan kewas[adaan, dan pemerintah daerah dan masyarakat agar menanggulangi bahaya abu vulkanik yang ditimbulkan letusan ini."
BPPTKG melalui akun sosial medianya, pada pukul 11.08 WIB memberi keterangan terbakarnya hutan di sektro Barat Laut Merapi pagi ini bukan disebabkan oleh awan panas, melainkan material jatuhan (balistik) yang masih panas. Jadi, masyarakat diimbau agar tetap tenang karena Merapi sejauh ini tidak mengeluarkan awan panas.




Kirim Komentar