Gudegnet - BMKG pada Jumat (27/7) merilis peringatan dini untuk mewaspadi potensi gelombang tinggi di pesisir selatan Yogyakarta. “Berdasarkan kondisi dinamika atmosfer terakhir tanggal 27 Juli 2018, terpantau Typhoon Jongdari di belahan bumi utara yaitu di Samudera Pasifik, timur laut Filipina,” kata Kepala Stasiun Klimatologi Mlati, Yogyakarta, Agus Sudaryanto.
Thyphoon Jongdari bergerak ke timur laut dengan kecepatan 22 km/ jam memiliki kecepatan angin maksimum di pusatnya 139 km/jam.
Kondisi ini menimbulkan perbedaan tekanan udara yang signifikan antara belahan bumi bagian utara dan selatan sehingga berdampak pada peningkatan kecepatan angina hingga lebih dari 35 km/ jam dan peningkatan tinggi gelombang laut di pesisir selatan Yogyakarta.
Berikut prakiraan tinggi gelombang 28 Juli -2 Agustus 2018:
28 Juli 2018: 3.5 meter-5.0 meter
29 Juli 2018: 3.5 meter-5.0 meter
30 Juli 2018: 3.5 meter-5.0 meter
31 Juli 2018: 2.0 meter-3.5 meter
1 Agustus 2018: 2.5 meter-3.5 meter
2 Agustus 2018: 2.5 meter-3.0 meter
BMKG mengimbau untuk mewaspadai kecepatan angin dan gelombang tinggi terutama bagi masyarakat yang beraktivitas di sekitar pantai, nelayan, juga wisatawan.
“Untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, kepada nelayan untuk sementara waktu diimbau untuk tidak melaut dan wisatawan untuk tidak mandi di laut hingga tinggi gelombang laut normal kembali,” kata Agus.



Kirim Komentar