Gudegnet - Lokakarya untuk mendorong partisipasi kelompok rentan dalam upaya implementasi pembangunan inklusif digelar selasa (23/10) di Hotel Horison Yogyakarta. Termasuk dalam kelompok rentan antara lain penyandang disabilitas, perempuan dan masyarakat miskin. Walikota Yogyakarta Haryadi Suyuti menegaskan komitmen Yogyakarta Menuju Kota Inklusi.
“Kerja sama antara Kota Yogyakarta dengan Humanity & Inclusion (HI) untuk isu partisipasi dalam pembangunan yang didanai oleh Uni Eropa tentu berkontribusi terhadap percepatan komitmen kami menuju kota inklusi,” kata Haryadi Suyuti.
Ia juga mengatakan dalam proses menuju kota inklusi diperlukan dukungan berbagai pihak karena isu ini bukan hanya milik pemerintah melainkan milik semua warga.
Lokakarya diselenggarakan atas kerja sama HI dengan Pemkot Yogyakarta. HI sendiri merupakan nama operasional dari Handicap International Federation, sebuah organisasi kemanusiaan. Organisasi terdiri dari 8 asosiasi nasional yakni Prancis, Jerman, Belgia, Kanada, Amerika Serikat, Luksemburg, Inggris dan Swiss.
Acara ini diselengarakan untuk mendorong pembangunan bekerja bersama, bersinergi dalam upaya mewujudkan pembangunan Indonesia yang inklusif. Dalam acara ini juga dilangsungkan penandatanganan komitmen untuk pembangunan inklusi.
Hadir dalam lokakarya nasional ini antara lain hadir perwakilan dari kota-kota Rapat Kelompok Kerja (Pokja) Menuju Kota Inklusi dari Asosiasi Pemerintah Kota Seluruh Indonesia (APEKSI).
Ditemui usai acara, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi mengapresiasi acara ini. “Luar biasa karena ini diikuti oleh beberapa kota dan kabupaten di Indonesia yang bersama-sama mempunyai perhatian, membuat daerahnya masing-masing menjadi daerah yang inklusi,” ucapnya.




Kirim Komentar