Gudegnet - Menjelang Pemilu 2019, berbagai pihak tengah berbenah, baik dari pihak pemerintah, Parpol dan masyarakat. Gaung pemilu sudah terdengar dari sekarang. Tak jarang, kita temui penyebaran berita hoax untuk memenangkan suara.
Menyikapi hal tersebut Kemenag DIY bekerjasama dengan PWI (Persatuan Wartawan Indonesia) gelar diskusi bersama masyarakat dan pewarta bertajuk Jurnalisme Santun Menuju Pemilu 2019 di Merapi Resto (13/11).
Dalam acara ini menghadirkan tiga pembicara yaitu AKBP Edi Sutanto SH Kasubdit Cyber Ditreskrimsus Polda DIY, Drs. Sihono MSi, Ketua Persatuan Wartawan Indonesia DIY dan Ahmad Fauzi Kasubbag Informasi dan Humas Kemenag DIY.
Ahmad Fauzi, Kasubag Informasi dan Humas Kemenag DIY mengungkapkan, penyebaran berita hoax sudah terjadi sejak lama bukan hanya dominan di masa sekarang. “Bagaiman kita bisa mewujudkan jurnaslisme yang santun menjelang pemilu, dengan tidak menyebarkan berita-berita hoax yang menyesatkan,” ujarnya.
Dalam diskusi tersebut Kasubdit Cyber Edi Sutanto menuturkan bahwa sebagian besar masyarakat tidak pernah lepas dari penggunaan gawai sehari-harinya, berita tercepat juga diperoleh dari media sosial, namun yang perlu diperhatikan apakah berita tersebut bisa dipertanggung jawabkan atau tidak? “dan sebagian masyarakat lebih suka kalau disebut yang pertama nge-share suatu berita, tanpa memperhatikan kebenaran dari suatu berita,” tuturnya.
“Oleh karena itu manajemen jempol sangat penting, bagaimana me-manage jempol kita agar tidak liar, dengan mengecek kebenaran suatu berita,” jelasnya lebih lanjut.
Edi juga menjelaskan sudah ada pasal-pasal yang mengatur akan penyebaran hoax tersebut. "Saring before sharing. Saring dulu beritanya sebelum kita me-sharing ke media sosial yg lain,” ucapnya.
Sedangkan Ketua PWI Sihono menjelaskan, “akhir-akhir ini hoax semakin memprihatinkan, apabila ini tidak dikendalikan akan menjadi persoalan serius, ujaran kebencian bisa diminimalisir, dengan pengendalian diri,” ujarnya.
Puncak acara diskusi dilaksanakan penandatangan Deklarasi Jurnalisme Santun oleh perwakilan dari Kemenag DIY, PWI, KPU, Kepolisian dan Pewarta.




Kirim Komentar