Gudeg.net - Gunung Merapi kini diketahui kerap menggugurkan lavanya. Guguran lava pijar mencapai 1.400 meter. Selasa (29/1) Merapi tiga kali meluncurkan awan panasnya.
"Lelehan lava pijar akibat aktivitas Merapi memang merupakan siklus. Merapi rata-rata penumpukan kubah lavanya 2.500 meter kubik. Itu rendah. Intensitas tinggi itu di atas 20.000 meter kubik. Jadi masih aman," ungkap Joko Supriyanto, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Sleman, saat ditemui di Gedung Setda Sleman, Kamis (31/1).
Lelehan tersebut menurut Joko masih sangat sedikit, dan langsung membeku seperti batu, tetapi lebih rentan hancur. Untuk potensi longsor, belum cukup signifikan. Berdasarkan data-data sebelumnya, untuk kubah lava longsor dan menyemburkan awan panas yang besar membutuhkan lelehan lava pijar sekitar 5 juta meter kubik.
"Saat ini masih 450.000 meter kubik, jadi bisa dihitung sendiri untuk mencapai 5 juta meter kubik," ungkapnya lagi.
Dalam antisipasi menghadapi aktivitas Merapi, BPBD Sleman telah melaksanakan kesiapsiagaan berupa mendirikan Pos Pantau Siaga Warga di 12 titik lokasi (dengan fasilitas 12 buah tenda), membagikan stok masker sebanyak 600.000 buah, terus memuktahirkan keadaan Merapi, mensiagakan 12 barak pengungsian, memasang 164 rambu evakuasi, dan memastikan 20 Early Warning System (EWS) dalam keadaan aktif/siap.




Kirim Komentar