Gudeg.net — Jembatan Kalijogo yang baru diresmikan 18 Januari 2019 lalu putus lantaran terpuntir dan tidak kuat menahan beban sampah dan pohon tumbang yang tersangkut di jembatan tersebut. Kejadian ini terjadi saat cuaca buruk melanda Sleman (30/1).
Jembatan gantung yang terletak di Dusun Karangwetan, Kalitirto, Berbah ini menyeberangi Kali Opak. Mulanya, jembatan ini adalah program Corporate Social Responsibility (CSR) atau Program Tanggung Jawab Sosial Perusahaan Telkom yang bekerja sama dengan Kodam IV Diponegoro.
“Jembatan ini adalah bantuan CSR Telkomsel dan yang mengerjakan adalah Kodam IV/Diponegoro, maka daripada itu kami akan berkordinasi untuk mengambil langkah kedepannya,” ungkap Bupati Sleman, Sri Purnomo, di sela-sela kunjungannya di lokasi kejadian, Kamis (31/1).
Hujan dengan intersitas sedang hingga tinggi yang mengguyur wilayah Kabupaten Sleman mengakibatkan beberapa sungai meluap dan membuat sejumlah pohon tumbang dan tersangkut dan memuntirkan jembatan lalu memutuskan sling (tali penyangga).

Posisi jembatan memang agak rendah dan berdekatan dengan permukaan air. Padahal, jika curah hujan cukup tinggi, air di Kali Opak dapat meluap hingga satu meter.
Putusnya jembatan tersebut dikarena gerusan aliran sungai yang membawa material kayu mengkibatkan tali penyangga jempatan putus mengingat posisi jembatan yang rendah.
Sri Purnomo mengungkapkan, Pemda akan melakukan koordinasi dengan seluruh pihak yang terlibat dalam pembangunan jembatan tersebut untuk mengambil langkah ke depannya.
“Pembangunan jembatan nanti harus melibatkan masyarakat kemudian disesuaikan dengan maksimal ketinggian air di sungai tersebut dalam kurun waktu 5 tahun ke belakang. Hingga ketika sungai meluap jembatan tidak tergerus,” harapnya.




Kirim Komentar