Berita

Siklus Empat Tahunan, Penderita DB di Sleman Capai 49 Orang

Oleh : Trida Ch Dachriza / Senin, 04 Februari 2019 13:29
Siklus Empat Tahunan, Penderita DB di Sleman Capai 49 Orang
Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaeni saat pemaparan di Kantor Bupati Sleman (31/1)-Gudegnet/Trida


Gudeg.net – Sampai tanggal 31 Januari 2019, tercatat sebanyak 49 kasus Demam Berdarah (DB) di Kabupaten Sleman tanpa kematian. Jumlah ini meningkat dibandingkan di bulan yang sama tahun 2018, di mana tercatat sebanyak 30 orang terjangkit DB.

Kabid Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Dinas Kesehatan Sleman, Novita Krisnaeni, menjelaskan bahwa naiknya angka ini sudah diprediksikan.

“Memang sudah diantisipasi akan meningkat, karena ini adalah siklus empat tahunan DB, sebuah tren di mana setiap empat tahun angka penderita DB meningkat. Ini berdasarkan data, kalau penyebab kenapa setiap empat tahun, kami belum bisa jawab,” jelasnya saat di wawancara di Kantor Bupat Sleman pekan lalu (31/1).

Kasus terbanyak terjadi di Depok dengan jumlah masyarakat terjangkit 12 orang. Sedangkan untuk leptospirosis, sampai lewat Januari belum tercatat ada yang terjangkit.

Novita menjelaskan bahwa cuaca adalah salah satu faktor pemicu tingginya angka DBD. Musim hujan memang dikenal sebagai saat yang ideal untuk nyamuk penyebab DB, Aedes aegypti untuk berkembang biak.

Fogging, walaupun dianggap ideal, tidak bisa dilakukan secara massal dan terus-menerus. Selain biaya yang mahal, hingga Rp3 juta untuk dua kali fogging (satu paket), cara ini dapat merusak ekosistem dan menganggu kesehatan masyarakat.

“Belum lagi fogging harus dilakukan pagi-pagi sekali setelah subuh. Tentu mengganggu aktivitas,” jelasnya. Semprotannya pun hanya membunuh nyamuk dewasa saja.

Kendati demikian, Dinas Kesehatan Kabupaten Sleman sudah menyiapkan 200 fogging untuk memerangi DB. Syarat untuk fogging adalah ditemukan kasus di daerah tersebut, lalu akan dilakukan penyelidikan epidemiologi (PE) dalam 1x24 jam sejak laporan diterima.

Jika hasil PE tersebut menunjukkan fokus penularan DB, maka dalam 3x24 jam fogging harus dilakukan. Jadi bukan atas permintaan. Tidak disarankan melakukan fogging mandiri, tetapi menggunakan insektisida yang disiapkan oleh Dinkes.

Hal ini disebabkan karena kekhawatiran jika memakai zat yang tidak diketahui, nyamuk justru akan menjadi resisten terhadap insektisida yang dipakai untuk fogging.

Novita memaparkan, fogging adalah langkah lanjutan. Yang memberi efek signifikan adalah gerakan PSN dan 3M+. PSN adalah Pembarantasan Sarang Nyamuk, yang merupakan bagian dari program Gerakan Jumat Bersih (GJB).


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM



    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini