Berita

Kepala BPPTKG DIY: Karakteristik Merapi Memang Seperti Itu

Oleh : Rahman / Kamis, 23 Mei 2019 10:02
Kepala BPPTKG DIY: Karakteristik Merapi Memang Seperti Itu
Diskusi publik bertajuk Merawat Ketangguhan Warga Merapi di Kantor Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG),(21/5)Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) mengungkapkan bahwa Gunung Merapi telah berada dalam status WASPADA selama satu tahun.

Hal itu menjadi bahan perbincangan dalam acara diskusi publik bertajuk Merawat Ketangguhan Warga Merapi yang diselenggarakan di Kantor BPPTKG DIY, Selasa (21/5).

Diskusi tersebut dilakukan sebagai peringatan satu tahunnya status WASPADA pada Gunung Merapi  sejak 21 Mei 2018 lalu.

Kepala BPPTKG DIY Hanik Humaida mengatakan status Waspada selama satu tahun ini bukanlah sebuah fenomena biasa.

“Karakteristik Merapi memang seperti ini, dan sudah sering terjadi. Merapi dalam status yang sama dalam waktu yang cukup lama, jadi Merapi ya seperti ini,” ujarnya.

Ia menuturkan sejak 21 Mei 2018 pertumbuhan kubah baru terus meningkat dan hingga saat ini telah memasuki 3.000 meter kubik perharinya. Akan tetapi pada umumnya kubah Merapi tumbuh seluas rata-rata 20 ribu meter kubik dan tahun 2006, 2010 lebih dari itu.

Selain itu untuk pertambahan suplai magma selama setahun belakangan ini justru kecil hanya masuk dalam hitungan standar Merapi. Akan tetapi walaupun suplai magma kecil, harus tetap mewaspadai akan hal-hal yang tidak terprediksi.

“Suplai magma memang kecil tetapi fase erupsi Merapi akan tetap terjadi dengan diimbangi kegempaan dan lelehan lava. Itu membuktikan bahwa Merapi terus tumbuh,” ungkapnya dalam diskusi.

Hanik juga menjelaskan fenomena keluarnya awan panas pada Merapi merupakan sebagai bukti bahwa berhentinya pertumbuhan kubah lava. Dengan naiknya lava kepermukaan puncak Merapi menyebabkan keluarnya guguran lava yang berubah menjadi awan panas karean adanya tekanan dari perut Merapi.

“Guguran lava atau lelehan lava masih terus terjadi pada bulan Mei ini, itu juga menjadi daya tarik sendiri bila terjadi dimalam hari, menjadi lava pijar yang sering kalian ambil gambarnya,” tutur Hanik kepada wartawan.

Dengan status Merapi yang masih dalam WASPADA, ia tetap menghimbau masyarakat sekitar terus berhati-hati dan menjaga jarak aman. Rekomendasi jarak aman tetap dalam radius 3 Km dari puncak Merapi.

Acara diskusi ini juga dihadiri sejumlah instansi yang berhugungan langsung dengan Merapi seperti Kepala Palaksana BPBD Sleman  Joko Supriyanto, Koordinator Pusat Studi Manajemen Bencana Universitas Pembangunan Nasional (UPN) Yogyakarta Eko Teguh Paripurno dan Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsih.

Kepala Dinas Pariwisata Sleman Sudarningsi menjelaskan bahwa dengan status WASPADA Merapi tidak mengurangi jumlah wisatawan yang berkunjung ke wilayah Cangkringan maupun Kaliurang Sleman.

“Merapi tetap menjadi destinasi favorit bagi para wisatawan baik dengan jeep lava tour, wisata matahari terbitnya, The Lost World dan wisata Lava Pijar Merapi pada malam hari,” jelasnya.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    JIZ 89,5 FM

    JIZ 89,5 FM

    Jiz 89,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini