Gudeg.net- Gunung Merapi yang berada di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) telah mengalami guguran lava pijar sebanyak 12 kali.
Guguran tersebut merupakan periode pengamatan hari Minggu (9/6) dari pukul 00.00 hingga 06.00 WIB dari Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
“Dari CCTV Teramati AP Guguran ke arah Hulu K.Gendol jarak 1000 m dan teramati 12x Guguran lava ke hulu K.Gendol jarak 400- 1000m,” ungkap BPPTKG DIY melalui media sosial resminya, Minggu (9/6).
Selain itu juga telah terjadi Awan Panas Guguran di Gunung Merapi tanggal 9 Juni 2019 pukul 03:31 WIB. Awanpanas guguran tercatat di seismogram dengan amplitudo 60 mm dan durasi 109 detik. Jarak luncur 1000 m ke arah hulu Kali Gendol.
Ketebalan kabut 0-I, hingga kabut 0-III. Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 20 m di atas puncak kawah. Jumlah kegempaan yang terjadi bejumlah lima kali dengan amplitudo 4-44 mm dan durasi 15-60 detik.

Gempa hembusan terjadi 1 kali dengan amplitudo 3 mm dan durasi 30 detik, sedangkan kegempaan Hybrid atau Fase Banyak berjumlah 15 kali dengan amplitudo 29 mm, 0.4-0.6 detik, Durasi : 5.6-12.5 detik.
“Sejak bulan Agustus 2019 hingga tanggal 1 Juni 2019, telah terjadi sekitar 72 kali guguran awan panas dengan jarak luncur rerata berkisar 1000 meter hingga 2000 meter yang mengarah ke Hulu Kali Gendol,” ujar Hanik Humaida Kepala BPPTKG DIY dalam siaran pres nya.
Berdasarkan kondisi tersebut, ppihak BPPTKG DIY tetap menyatakan bahwa status Merapi tidak berubah yaitu WASPADA dan warga yang berada dalam Kawasan Rawan Bencana III harus tetap waspada dan berhati atas segala kemungkinan.




Kirim Komentar