Gudeg.net – Seniman Dedy Shofianto menggelar pameran dengan tajuk Pamor di Langgeng Art Foundation (LAF), Jalan Suryodiningratan No 37A Yogyakarta.
Memasuki ruang gallery 2 LAF, pengunjung akan segera melihat instalasi-instalasi karya Dedy yang tergantung di dinding. Instalasi-instalasi kinetic tersebut dibuat dari kayu. Sekilas, karya-karya tersebut menyerupai burung yang sayapnya bergerak-gerak mengepak.
Melihat lebih dekat, baru terlihat ternyata bulu sayap-sayap tersebut terdiri dari bentuk senjata-senjata tajam.

Dalam pameran ini Dedy mengumpulkan bentuk senjata tajam dari Sabang sampai Merauke. Senjata tajam tersebut ia alih bentuk menjadi rangkaian instalasi mekanik berbentuk sayap.
Di ruang tersendiri, ada pula karya seniman asal Jambi tersebut yang berbentuk burung besar membawa sebuah globe.
Dalam tulisannya di dinding gallery, Citra Pratiwi menerangkan, pamor dalam budaya di banyak tradisi di Indonesia merupakan guratan pada bilah senjata tradisional.
Pamor menjadi sebuah tanda atas asal, tingkat social dan nilai keberhargaan benda tersebut. “Pamor juga menjadi symbol atas sebuah identitas atas seseorang atau kelompok,” tulisnya.
Citra menambahkan, jika diperhatikan dari dekat, sayap-sayap dalam karya tersebut merupakan senjata berpamor melambangkan harapan dan kekuatan.
“Dedy mempertanyakan ulang mengenai kekuatan indentitas sebagai sebuah kekuatan dan harapan. Apakah warisan hanya berharga bagi masa lalu saja atau dia merupakan kekuatan dan bekal bagi masa depan?” tulisnya.
Pameran ini masih berlangsung hingga 27 Agustus 2019.





Kirim Komentar