Gudeg.net - Pameran Abad Fotografi IV: Momentum dibuka Kamis (12/9) malam. Pameran yang berlangsung di Jogja Gallery ini menampilkan karya 14 perupa foto. Masing-masing perupa menyajikan karyanya dalam ruang tertutup.
Empat belas perupa foto itu antara lain Anton Ismael, Chusin Setiadikara, Edial Rusli, Hermandari Kartowisastro, Irwandi, Ismar Patrizki, Jiri Kudma, Kun Tanubrata, Ngesti Limna, Oscar Motuloh, Risman Marah, Sjaiful Boen, Suherry Arno, dan Yusuke Mimasu.
Jogja Galery didekorasi sedemikian rupa. Pengunjung dipersilakan mengikuti alur yang dibuat dalam memasuki masing-masing ruang dan menikmati karya.
Jim Supangkat, kurator pameran ini, mengatakan, dengan penyajian seperti itu setiap peserta seperti mendapat kesempatan menggelar pameran tunggal.
Sementara itu peserta yang cenderung menampilkan karya eksperimental menjadi lebih bebas mengembangkan ide karena tidak perlu khawatir akan mengganggu karya-karya lain pada pameran.
Menurutnya hasilnya menakjubkan karena terkesan memperlihatkan persepsi para peserta tentang fotografi.

"Tugasku Belum Selesai" karya Kun Tanubrata
Saat pembukaan Jim menjelaskan pameran ini diberi judul Abad Fotografi untuk menyadarkan bahwa pengalaman visual kita sepenuhnya dikuasai oleh fotografi.
Namun imbas setelah fotografi menguasai pengalaman visual kita, fotografi kemudian mulai menjadi tidak sepenuhnya positif, bahwa fotografi itu kemudian sangat berkaitan dengan industri dan periklanan.
Hal ini memunculkan korban, seperti misalnya iklan-iklan junkfood yang dikhususkan untuk anak-anak, dan berakibat obesitas pada anak-anak.
Lebih lanjut ia mengatakan, para fotografer setelah empat pameran ini menyadari keadaan itu, dan mencoba mempertahankan tujuan-tujuan positif dari fotografi.

“REVOLUTION Was Postponed Because of Rain” karya Oscar Motuloh
Para fotografer mencoba mendekonstruksi, mengubah, mengembangkan bahasa fotografi. Ada yang berbentuk instalasi, mencetak di atas kain, dan sebagainya.
“Semua tema yang ada di pameran ini memperlihatkan komitmen pada kepentingan umum dan kepentingan masyarakat,” ucapnya.
Pameran berlangsung hingga 30 September 2019, buka Hari Selasa hingga Minggu. Selain pameran, akan ada workshop dan seminar. Pada Kamis (19/9) pukul 09.00 hingga 12.00 akan diselenggarakan Workshop Old Photographic Processes oleh Irwandi dan KOPPI.
Pada hari yang sama, pukul 14.00-16.00 akan ada Seminar ‘Visual Culture’ fotografi Indonesia oleh Jim Supangkat & ISI.




Kirim Komentar