Gudegnet - Pameran Abad Fotografi IV yang diselenggarakan di Jogja Gallery, Jalan Pekapalan No.7, Yogyakarta menghadirkan karya dari 14 perupa foto. Masing-masing perupa foto menyajikan karyanya dalam sebuah ruangan khusus.
Salah satunya, dapat kita jumpai karya “Our Final Pose” karya Irwandi. Karya ini menampikan pose atau posisi terakhir ketika seseorang meninggal.
“Kita nggak pernah tahu seperti apa kita mati besok, pose kita seperti apa,” ucap Irwandi kepada Gudegnet usai pembukaan pameran, Kamis (12/9).
Tak seperti di pameran foto kebanyakan, karya ini dicetak di atas kain. “Yang saya lakukan ini sebenarnya merupakan cikal bakal fotografi. Artinya dia merupakan bagian sejarah awal fotografi. Ini saya menggunakan teknik cetak cyanotype, yang diperkenalkan pada 1843 oleh Sir John Hershel,” terangnya.
Teknik ini sudah ia gunakan sejak pameran Abad Fotografi yang ketiga. Dalam karya ini dapat dilihat percampuran dua obat akan menghasilkan cairan yang peka cahaya dan dapat diaplikasikan di media kain dan kertas.
“Karena pada saat itu kamera belum terlalu banyak, sehingga yang diletakkan di sini adalah objek-objek. Dulu mereka menggunakan daun. Saat ini saya lakukan kembali dalam konteks benda seni. Dengan menyusun objek-objek ini kan kita bisa membuat cerita,” paparnya.
Ia menjelaskan, dengan karakter khas teknik cetak cyanotype ini ia bisa bercerita melalui gambar dengan objek benda-benda sesungguhnya.
Tangan-tangan dalam karya adalah tangan sesungguhnya. Sosok manusia dalam karya tersebut juga memiliki ukuran 1:1. Dengan ukuran 1:1 menurutnya akan memberi dampak visual yang lebih besar pada orang yang melihat.
Lebih lanjut ia menerangkan, penggunaan teknik semata-mata untuk menunjang pesan yang akan kita sampaikan melalui fotografi. Teknik cyanotype menurutnya walaupun sudah lama masih punya peluang sangat besar untuk bisa menyampaikan pesan.
“Kenali semua teknologi seperti apapun terbatasnya, pasti mempunyai peluang atau keunggulan untuk menyampaikan pesan. Dan itu yang harus di-explore terus,” tutupnya.
Empat belas perupa foto peserta pameran ini antara lain Anton Ismael, Chusin Setiadikara, Edial Rusli, Hermandari Kartowisastro, Irwandi, Ismar Patrizki, Jiri Kudma, Kun Tanubrata, Ngesti Limna, Oscar Motuloh, Risman Marah, Sjaiful Boen, Suherry Arno, dan Yusuke Mimasu. Pameran ini masih berlangsung hingga 30 September 2019.




Kirim Komentar