Gudeg.net—Sekolah Seni Alam Yogyakarta atau sering disebut Sulam merayakan peringatan berdirinya yang keenam dengan konser yang diberi tajuk “SATversary, rumah kami beratap langit ruang belajar kami bumi”, Selasa (24/9) malam di Gedung Societet Militair Taman Budaya Yogyakarta (TBY).
“SATversary adalah kegiatan perayaan kebersyukuran musik dan silaturahmi generasi yg lebih muda, para penggerak pendidikan musik juga musisi,” ujar Feri Ludiyanto, Kepala Sekolah Sulam.
Ia juga menyebutkan bahwa perayaan ini juga menitikberatkan pada silahturahmi antar musisi, penggerak pendidikan musik, maupun masyarakat yang terlibat.
Resital semacam ini memberikan ruang ekspresi bagi musisi-musisi muda untuk mengekspresikan jiwa berkeseniannya sekaligus sebagai sarana mengembangkan talentanya lebih jauh.
Gelaran ini mempertunjukkan ansambel Sulam berkolaborasi dengan banyak musisi lainnya. Semendelic, NOS, Bulan Jingga, dan Sirkus Barock adalah beberapa di antaranya.

Penampilan Kezia Sarah Angelica membawakan gubahannya, "Feel in Happy" di Societet Militair TBY (24/9)/Trida
Tidak hanya musisi profesional, lima orang murid dari Sulam pun tampil memperdengarkan musik komposisi original yang mereka tulis. Komposisi yang mereka tulis bernada positif dan ceria, khas anak-anak.
Kezia Sarah Angelica, kini duduk di kelas VIII, membawakan komposisi yang ditulisnya sendiri yang diberi judul ‘Feel in Happy’.
“Aku membuat lagunya sedang bahagia. Aku ingin membagi kebahagiaan itu dengan yang lainnya,” ujar Kezia saat ditanya mengapa ia menulis lagu tersebut (24/9).
Lain lagi dengan Kenisha Giri Sekar Ayu, murid kelas VII di SMP 2 Bantul. Ia menulis lagu yang berjudul ‘Nothing is Impossible’. Ia menulis lagunya saat ia mengikuti ujian nasional lalu mendapatkan hasil maksimal.

Penampilan Kenisha Giri membawakan komposisi ciptaannya, "Nothing is Impossible" di Societet Militair TBY (24/9)/Trida
“Ini adalah contoh bahwa tidak ada yang mustahil jika kita semangat dan mau berusaha,” terangnya sesaat setelah membawakan komposisi ciptaannya (24/9).
Band NOS yang terkenal karena musik instrumentalnya yang menyatukan musik modern, barat, dan etnik ke dalam lagu-lagunya membawakan dua buah lagu.
‘Song of Nature’ bercerita tentang kehidupan. Tentang semua mahluk hidup yang berhak mendapakatkan hidup dan tidak mendapatkan harkatnya untuk hidup.
Lagu tersebut mengkolaborasikan suara-suara alam dan gesekan biola Ucok Hutabarat yang digesek serupa suara lumba-lumba saat intro. Harmonisasi suara dari kenong, rebana, sapek, biola, gitar, bas, drum, dan musik elektronik terdengar magis di relung ruang Societet.
Di nomor kedua, lagu berjudul ‘Salam Nusantara’ berirama rancak dimainkan bersama salah satu murid dari Sulam, Ursula Hita. Ia berduet biola bersama Ucok.

Penampilan Sirkus Barock feat. all stars di penutupan SATversary/Trida
Malam itu ditutup oleh band lawas yang sudah tidak asing di ranah musik indie, Sirkus Barock. Lagu pertama yang dibawakan adalah ‘Bocah-bocah Pelangi’.
Lagu kedua sekaligus lagu penutup, Sirkus Barock membawakan lagu ‘Lingkaran Aku Cinta Padamu’. Pada nomor ini semua vokalis penampil turut serta di panggung. Bersama-sama menyanyikan lagu ini, mereka menutup malam.




Kirim Komentar