Seni & Budaya

Kumandangkan Pesan Persatuan dan Kedamaian Jazz Syuhada Sukses Digelar

Oleh : Trida Ch Dachriza / Rabu, 09 Oktober 2019 15:14
Kumandangkan Pesan Persatuan dan Kedamaian Jazz Syuhada Sukses Digelar
Penampilan Sophian Kolinus Project di panggung Jazz Syuhada (8/10)-Gudegnet/Trida

Gudeg.net—Memperingati ulang tahun atau milad ke-67, Masjid Syuhada menggelar rangkaian acara seni, budaya, dan religi yang diwadahi dalam acara ‘Jazz Syuhada’, Selasa (8/10).

“Kami ingin membuat sesuatu yang dapat membuat masjid terlihat terbuka,” ungkap Aji Wartono dari Warta Jazz, salah satu inisiator Jazz Syuhada saat diwawancarai setelah break maghrib acara ini (8/10).

Ia melanjutkan, walaupun masjid selama ini pun sebenarnya terbuka, namun belum terlalu terlihat. Lewat acara ini diharapkan agar dapat merangkul orang-orang dan menunjukkan bahwa masjid dapat bergaul dengan unsur-unsur lain.

Bersama-sama dengan Budi Hermanto yang sudah lama bertalian dengan Masjid Syuhada, ia menggagas acara Jazz Syuhada.

Jazz Syuhada

Jaz menjadi pilihan karena dianggap sebagai musik yang terbuka untuk kolaborasi dan fleksibel. Selain dalam hal musik, bentuk kolaborasi dapat dilihat dari elemen-elemen lain yang digagas dalam agenda ini.

Acara dibuka dengan pawai bregodo masyarakat kampung sekitar. Acara dilanjutkan dengan tari shaman, dan tausyiah oleh Ustad Wijayanto.

Ustad yang membantu memualafkan Deddy Corbuzier ini menyerukan pesan sejuk tentang kedamaian pada ratusan jemaah yang mendengarkannya.

Jazz Syuhada

“Ingat, tidak sempurna agamamu jika kau tidur dengan tenang saat tetanggamu kelaparan,” ujarnya. Pesan persatuan dan kedamaian memang berkumandang kencang dalam acara ini.

Masjid Syuhada sendiri sebagai bangunan cagar dibangun oleh Soekarno pada 1950 dan selesai pada tahun 1952. Dalam area Kotabaru di mana Masjid Syuhada dibangun juga terdapat gereja Katolik dan Kristen.

Bahkan Romo Paroki Kotabaru Maharsono Probho SJ juga turut menghadiri acara ini. Aji Wartono juga mengungkapkan bahwa salah satu tujuan acara ini adalah untuk kembali mengingangatkan bahwa Masjid Syuhada adalah bangunan cagar budaya.

Jazz Syuhada Neo Unggry

“Sebagai bangunan cagar tentunya menjadikan masjid ini tidak hanya milik umat muslim saja, tetapi seluruh warga Indonesia,” ujarnya di kesempatan yang sama.

Terlebih, masjid ini dibangun oleh Soekarno, sosok negarawan yang sangat nasionalis. Di bagian kecil kota ini adalah ilustrasi yang pas disebut sebagai Indonesia kecil.

Aji juga berharap agar acara ini akan terus berlanjut dan menjadi destinasi wisata, hiburan, dan musik untuk tahun-tahun berikutnya.

Jazz Syuhada

Acara ini memfokuskan pada bakat-bakat lokal yang ada di Yogyakarta, terutama yang berasal dari komunitas. “Kami ingin memberikan wadah bagi musisi lokal,” ucap Aji lebih lanjut.

Sebagai puncak acara, panggung Jazz Syuhada menapilkan LAF, Berdua Saja, Praz, Sophian Kolinus Project, NU (Neo Unggry). dan ditutup dengan penampilan apik Tricotado.

Jazz Syuhada

Namun, tidak menutup kemungkinan ke depannya akan merambah pada komunitas dari genre lain. Begitu pula dengan musisi tamu.

“Apapun itu, asal baik dan bertujuan baik, kenapa tidak,” tutup Aji petang itu.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini