Gudeg.net – Hutan Wisata Jurang Jero, salah satu taman nasional di lereng Gunung Merapi menjadi obyek wisata baru yang mulai tereksplorasi.
Banyak potensi yang dapat digali pada hutan wisata yang terletak di Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang, Jawa tengah ini. Namun di sisi lain tingkat pendidikan pemuda sekitar Hutan Wisata Jurang Jero masih rendah.
Rendahnya inovasi atau bahkan ketidakseusaian jenis proyek dengan kebutuhan masyarakat menjadi kendala, di samping faktor terbatasnya sumber daya terdidik yang mendedikasikan diri pada desa.
Karena itulah sekelompok mahasiswa UNY yang terdiri dari Maulidah Nurul Kamaliyah, Annisa Salsabila dan Kiki Kristanti prodi pendidikan Bahasa Perancis, Dwijayanto Budi Prabowo prodi pendidikan teknik sipil dan perencanaan serta Sri Wahyuningsih prodi pendidikan IPA memberdayakan pemuda sekitar Hutan Wisata Jurang Jero untuk pelestarian hutan tersebut.
“Warga sekitar Hutan Wisata Jurang Jero membutuhkan pemahaman bagaimana meningkatkan kualitas pemuda untuk melestarikan hutan, terlebih hutan ini akan memiliki wajah baru sebagai obyek wisata,” kata Maulidah dalam keterangan tertulis yang diterima GudegNet Kamis (10/10).
Menurutnya, sebagai obyek wisata, akan sangat dibutuhkan pengorganisasian dalam hal pemberdayaan pemuda sekitar agar dapat menjadi produktif dan berkembang untuk jangka waktu yang panjang.
Kegiatan ini dilaksanakan di Dusun Pule, Desa Tegalrandu, Kecamatan Srumbung, Kabupaten Magelang. Program ini adalah pemberdayaan pemuda yang merupakan anggota karang taruna.
Kegiatan pemberdayaan pemuda ini berupa workshop dan outbond. Workshop diselenggarakan dengan penyuluhan tentang potensi, kondisi, dan masalah yang ada pada hutan wisata.
Selain tentang hutan, workshop ini juga membahas tentang kearifan lokal karena Dusun Pule ini merupakan salah satu jalan akses utama menuju ke hutan wisata, sehingga diperlukannya workshop ini yang memunculkan kembali kearifan-kearifan lokal yang mulai pudar.
Sedangkan outbond diadakan agar pemuda mengamati dan berdiskusi mengenai keadaan hutan, permasalahan hutan dan solusi untuk memecahkan permasalahan yang ada.
Diharapkan, desa hutan ini menjadi desa yang mampu melestarikan hutan agar tidak tereksploitasi oleh pihak-ihak yang menyalahgunakan fungsi dari hutan dan mampu memegang erat kearifan lokal yang ada.




Kirim Komentar