Gudeg.net - Simposium Wastra ASEAN ke-7 (7th ASEAN Traditional Textile Symposium/ ATTS) yang digelar di Royal Ambarrukmo resmi dibuka pada Selasa (5/11). Simposium ini menghadirkan lebih dari 20 pembicara dan pemerhati wastra dari mancanegara untuk mempresentasikan makalah penelitian mereka mengenai wastra.
Selain simposium, acara ini juga menghadirkan pameran wastra yang diselenggarakan di pendopo Royal Ambarrukmo dan ruang Ndalem Ageng. Pameran ini dibuka usai acara pembukaan ATTS, Selasa (5/11). Setelah membuka acara, GKR Hemas beserta tamu undangan menutu ke pendopo tempat berlangsungnya pameran.
Terdapat 26 peserta pameran yang terdiri dari pelaku usaha kecil dan menengah memamerkan produk tekstil mereka. Terpajang pula karya-karya hasil kompetisi fotografi tentang wastra, juga kompetisi desain tas dan akseseori, hingga sarung dan syal.
Selain itu ada pula wastra dari negara ASEAN seperti Vietnam, Brunei Darusalam, Thailand, Myanmar, Laos, Kamboja, dan Malaysia.

Wastra dari Vietnam dalam pameran wastra ASEAN Traditional Textile Symposium di Royal Ambarrukmo
Dari Indonesia, antara lain ada Batik Tenun Gedog Tuban, Tenun Rangrang Bulu, Batik Tulis. Ada pula busana Pengantin Kraton Yogyakarta Kanigaran.
Afif Syakur, panitia bidang pameran, menyampaikan, dalam ajang ini dipamerkan wastra-wastra yang cukup unik, di mana masyarakat sudah mulai mencintai dan memiliki, serta menjadikannya produk unggulan sebagai landasan ekonomi kreatif.
“Yang nanti ke depan bahwa Indonesia menjadi tuan rumah wastra ini, mampu go international. Kalau ingin tahu wastra, salah satunya adalah di Indonesia,” katanya. Pameran ini terbuka untuk umum, berlangsung pada 5-8 November 2019.




Kirim Komentar