Gudeg.net- Setelah mengalami sejumlah letusan beberapa waktu yang lalu, Gunung Merapi kembali mengalami penurunan aktifitas.
Pengamatan BPPTKG DIY pada tanggal 27 November 2019 periode dari pukul 00.00 hingga 12.00 WIB Gunung Merapi yang berada di Dusun Kinahrejo, Desa Umbulharjo, Kecamatan Cangkringan, Kabupaten Sleman, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) terpantau landai.
“Gunung Merapi terlihat jelas, kabut 0-I, kabut 0-II, hingga kabut 0-III. Asap kawah tidak teramati berwarna putih dengan intensitas tipis hingga sedang dan tinggi 50 m di atas puncak kawah,” tulis BPPTKG DIY melalui media sosialnya, Rabu (27/11).
Data Meteorologi Gunung Merapi menunjukan cuaca berawan dan mendung pada siang hari. Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat. Suhu udara 23-30 °C, kelembaban udara 18-86 %, dan tekanan udara 567-708 mmHg.
Sedangkan untuk data kegempaan pada pukul 00.00- 06.00 WIB, Gunung Merapi mengalami gempa guguran sebanyak satu kali dengan amplitudo: 6 mm dan berdurasi: 32.16 detik.
Gempa Low Frekuensi sebanyak dua kali dengan amplitudo : 2-3mm berdurasi 1.,76-11.76 detik.
Gempa tektonik sebanyak satu kali dengan amplitudo: 5 mm, S-P : 45.72detik dan berdurasi : 90,34 detik.
Berdasarkan kondisi tersebut, ppihak BPPTKG DIY tetap menyatakan bahwa status Merapi tidak berubah yaitu Waspada dan warga yang berada dalam Kawasan Rawan Bencana III harus tetap waspada dan berhati atas segala kemungkinan.
Menghimbau agar menjaga jarak aman sekitar 3 Km dari puncak gunung dan masyarakat yang beradaa dalam Kawasan Rawan Bencana harap terus menjaga kewaspadaan dan berhati-hati atas segala kemungkinan.
Untuk informasi yang akurat warga diharpakan dapat mengakses website www.merapi.bgl.esdm.go.id dan media sosial twitter dari BPPTKG Yogyakarta @BPPTKG dan berharap warga tidak terpncing akan berita bohong atau Hoax tentang Merapi sebelum mengecek di website maupun akun media sosial resmi @BPPTKG.




Kirim Komentar