Gudeg.net - Nunung Rieta meluncurkan buku berjudul "Irama Sunyi' pada Kamis (16/1) malam di ruang galeri Bentara Budaya Yogyakarta (BBY).
BBY dalam laman resminya, bentarabudaya.com menjelaskan, buku ini merangkum 56 puisi dan 16 cerita mini yang ditulis Nunung yang ditulisnya dalam kurun 2017-2019.
"Puisi-puisinya lebih banyak mengungkapkan dunia luar, alam yang mengemuka di sekelilingnya, termasuk pula serangkaian permenungan yang menarik disimak," terang BBY dalam laman resminya.
Beberapa puisinya bertutur tentang Yogyakarta, seperti misalnya kenangan di Jalan Gondomanan. Ada pula puisi yang diberi judul jajanan tradisional, Ndog Abang.
Pada bagian awal buku ini Nunung menceritakan, ia mencintai sunyi. “Sunyi tetap menjadi cinta abadi saya. Dan timbul kesadaran dalam diri saya, saya tak ingin kelak tulisan-tulisan saya menjadi artefak yang berserak,” tulisnya.
Dengan segenap dayanya, dan dorongan dari banyak orang, ia mencoba menghimpun “remah-remah” katanya menjadi buku.
Buku ini melibatkan para perupa yang membuat ilustrasi. Para perupa tersebut antara lain Bambang Herras, Bege, B. Gunawan, Budi Ubrux, Totok Buchori, Sito Pati, Susilo Budi Purwanto.
Acara peluncuran diisi dengan berbagai apresiasi puisi seperti pembacaan puisi, musik, dan juga pantomime.
Nunung Rieta lahir pada 3 Maret 1976. Ia menamatkan studi di SMKI Jurusan Teater. Puisi-puisinya telah dimuat dalam berbagai antologi puisi, seperti Antologi Puisi Senja Bersastra di Malioboro (2017), Antologi Puisi ‘Pendakian’ Dewan Kesenian Tegal (2018), Antologi Puisi Paguyuban Teater Bantul (2018), Antologi Puisi “Negeri Sontoloyo“ (2019), dan Antologi Puisi Banjarbaru Rainy Day Litfest (2019).




Kirim Komentar