Gudeg.net—Wilayah DI Yogyakarta dikabarkan akan dilewati oleh Topan Ester dan Ferdinand yang menyebabkan cuaca ekstrem pada 26-28 Februari 2020. Padahal kenyataannya, topan tersebut bergerak ke arah barat daya menjauhi Indonesia.
Informasi ini disampaikan oleh Pusat Pengendalian Operasi Penanggulangan Bencana (Pusdalops PB) DI Yogyakarta menyampaikan pesan yang di-relay dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), Kamis (27/2) pada pukul 19.51 WIB.
Pesan tersebut menjelaskan bahwa cuaca ekstrem yang terjadi di wilayah Jawa, bukan hanya imbas munculnya topan tersebut. Kepala Pusat Meteorologi Publik BMKG, A. Fachri Radjab, juga menyebutkan bahwa yang terjadi saat ini hanya dampak tidak langsung saja.
“Faktor utamanya adalah karena menguatnya angin baratan atau monsun Asia,” urai Pusdalops. Badai secara tidak langsung menyebabkan pertemuan massa udara di sekitar wilayah Jawa.
BMKG menyampaikan pemberitahuan ini agar masyarakat tidak resah. Pesan ini pun diamini oleh Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah DIY, Biwara Yuswantana.




Kirim Komentar