Seni & Budaya

Sultan Menyapa #2: Ajak Masyarakat Introspeksi dan Bangkit Bersama

Oleh : Rahman / Selasa, 21 April 2020 13:35
Sultan Menyapa #2: Ajak Masyarakat Introspeksi dan Bangkit Bersama
Program Sultan Menyapa #2, Selasa (21/4)(IST)

Gudeg.net- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengku Buwono (HB) X kembali menyapa masyarakat melalui program Sultan Menyapa yang hadir setiap hari Selasa.

Program ini menghadirkan ajakan dan imbauan kepada masyarakat dapat selalu waspada dalam menghadapi pandemi Covid-19.

Sultan Menyapa hari ini mengangkat tema Introspeksi untuk Berbagi dan Bangkit Bersama.

Pada pesan nya kali ini Sultan mengajak seluruh masyarakat untuk merenungi apa yang sedang terjadi sebagai semangat bangkit dalam kebersamaan.

Berikut isi dari program Sultan Menyapa #2:

Introspeksi untuk Berbagi dan Bangkit Bersama

Assalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh.

Momentum ini adalah juga saat untuk kita introspeksi diri. Manekung, maneges mring Gusti, ke haribaan-Nya Yang Maha Pengampun. Saat ini juga mengingatkan saya ketika menggaungkan Maklumat Reformasi di hadapan ratusan ribu orang tahun 1998, bahwa kita akan bisa mengatasi masa krisis dengan baik.

Tuhan telah membuka pintu mata hati kita. Hari ini, banyak diantara kita yang harus berpisah dengan orang-orang yang dicinta. Marilah kita mengingat, bahwa derita yang kita rasakan adalah pertanda kita hidup. Pengorbanan yang kita sandang harus terbaca agar kita menjadi kuat, dan bahwa kita tidaklah sendiri.

Untuk maju, kita harus bangkit. Bangkit dari diam, dan bergerak, Bangkit, agar kita berdaya, Bangkit, karena kita percaya.

Marilah Saudara-Saudaraku, kita bangkit bersama agar hidup ini lebih bermakna.

Wassalamualaikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Kepala Humas Biro Umum Humas dan Protokol Setda DIY Ditya Nanaryo Aji mengungkapkan, Sultan menginginkan seluruh masyarakat untuk dapat menyikapi keadaaan sekarang sebagai fase kehidupan.

“Hidup laksana Cakra Manggilingan yaitu hidup ada fase bahagia dan ada juga dimana manusia merasa derita. Dan ini adalah fase yang lumrah terjadi,” jelas Ditya, Selasa (21/4).

Selain itu, ada saatnya ketika asa jauh dari pelupuk mata dan ketika itulah manusia harus menunduk, merenung, dan berfikir secara kompleks.

Fase itu disebut Kontemplasi dan Introspeksi, dimana diutuhkan keberanian, cermat berfikir, tenang hati, dan kesiapan mengakui segala perbuatan.

“Hal trsebut dalam sasanti Jawa disebut dengan  prinsip Mulat Sarira Hangrasa Wani,” tutur Ditya dalam siaran persnya.

Pada bagian terakhir Sultan mengajak masyarakat untuk sama-sama saling introspeksi diri, Lir Handaya Paseban Jati (mengalirkan hidup semata pada tuntunan Ilahi), Holopis Kuntul Baris (bekerja sama-bergotong royong), dan Mbangun Bebrayan Tumuju Raharjaning Praja.  

“Dengan doa dan upaya, segala bencana dan pageblug (wabah) pasti dapat kita lewati bersama, agar kita hidup kembali tenang dan bahagia seperti sediakala,” ajak Ngarsa Dalem.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini