Gudeg.net- Sempat mengalami peningkatan aktivitas pada Sabtu (4/7) kemarin, hari ini Gunung Merapi kembali berada dalam kondisi tenang.
“Memang benar bahwa kemarin sore Sabtu (4/7), Gunung Merapi mengalami peningkatan aktivitas berupa gempa-gempa dangkal,” ujar Tim Humas BPPTKG DIY melalui grup whatsapp media BPPTKG, Minggu (5/7).
Tim Humas BPPTKG menjelaskan, peningkatan aktivitas yang terjadi berupa gempa dangkal vulkanik dan gempa multifase. Dapat dikatakan saat ini Gunung Merapi masuk ke dalam fase intrusi baru setelah berdiam diri selama beberapa waktu.
“Fase ini teramati setelah terjadi dua kali letusan eksplosif pada beberapa waktu lalu yang menimulkan serangkain gempa secara berkelanjutan. Namun hari ini, Minggu (5/7) Merapi cukup tenang sedari pagi,” jelasnya.
Tim BPPTKG melaporkan data aktivitas Gunung Merapi periode pengamatan pukul 06.00-12.00 WIB, secara meteorologi cuaca Merapi cenderung cerah hingga berawan.
Angin bertiup lemah hingga sedang ke arah barat daya dan barat, suhu udara mencapai 19,5-27,1 derajat Celsius dengan kelembapan udara 54-71%. Sedangkan tekanan udara 627,3-689,2 mmHg.
Untuk visual Merapi cukup jelas dengan kabut tipis dan teramati asap dengan intensitas tipis keluar dari kawah gunung setinggi 75 meter.
Selain itu untuk data kegempaan terbaru;
- Gempa Guguran, sebanyak satu kali, amplitudo 10mm, durasi 78,2 detik
- Gempa Hembusan, sebanyak empat kali, amplitudo 2-2,5 mm, durasi 17,2-37,8 detik
- Gempa Hybrid atau Fase Banyak, sebanyak tiga kali, amplitudo 2-3 mm, SP: 0,2-0,3, durasi 6,7-7,2 detik.
Walaupun sempat terjadi peningkatan aktivitas, namun BPPTKG tetap mengimbau masyarakat untuk tidak panik dan tidak melakukan aktivitas sekitar 3 KM dari puncak Merapi.
Potensi ancaman bahaya saat ini berupa luncuran awan panas dari runtuhnya kubah lava dan jatuhnya material vulkanik dari letusan eksplosif.
Selain itu BPPTKG juga meminta masyarakat di Kawasan Rawan Bencana agar berhati-hati dan waspada atas perkembangan Merapi.
“Masyarakt diminta agar mengantisipasi bahaya abu vulkanik bila terjadi letusan eksplosif dan mengeluarkkan awan panas serta meninhkatakan kewaspadaan bila terjadi bajir lahar dingin dari puncak Merapi,” imbau BPPTKG.
Hingga saat ini Gunung Merapi masih berada pada status Waspada, sejak Mei 2018.




Kirim Komentar