Gudeg.net - Pemerintah Kota Yogyakarta melalui Dinas Kebudayaan (Disbud) Kota Yogyakarta menggelar pertunjukan pentas budaya sebagai bagian dari peringatan Hari Ulang Tahun ke-264 Kota Yogyakarta. Diselenggarakan secara virtual, acara yang berlangsung Minggu (11/10) ini disiarkan melalui akun Youtube Disbud Kota Yogyakarta.
Pentas digelar di beberapa lokasi, yaitu halaman air mancur Balaikota Yogyakarta, halaman kantor BPKCB Kotagede dan juga serentak di 14 Pendopo Kecamatan se-Kota Yogyakarta. Setiap lokasi dikoneksikan dalam satu layar live streaming sebagai upaya menaati protokol pencegahan Covid-19.
Pengisi acara dalam helatan ini di antaranya adalah Gamelis Gamler, sebuah grup musik gamelan kontemporer yang membawakan lagu-lagu tradisional dan modern dibalut nuansa etnis. Tampil pula Agung Cendhik Art Dance dengan tarian unik.
Selain itu, acara juga diisi dengan pementasan teater berbahasa Jawa dengan membawakan lakon Singget, bercerita mengenai sekelompok orang yang berlatih teater dengan tema HUT Kota Yogyakarta.
Dok. Pemkot Yogyakarta
Menariknya, pentas ini menyajikan tarian bersama di ujung pementasan dengan teknologi zoom meeting. Sejumlah seniman menari bersama secara virtual di 14 titik di kecamatan, di venue Kanto BPKCB Kotagede dan juga di Balaikota Yogyakarta.
Hal ini merupakan simbolisasi kebersamaan dan keberanian, tekad yang bulat untuk tetap optimis menghadapi kondisi di jaman yang baru.
Pentas budaya ini bertajuk Tan Mingkuh Tumapak Ing Jaman Anyar. "Maknanya pantang mundur, pantang menyerah dalam memasuki era atau zaman baru," kata Walikota Yogyakarta, Haryadi Suyuti saat acara.
Haryadi menambahkan, dalam zaman baru ini kesadaran akan kesehatan menjadi penting, seperti mengenakan masker, mencuci tangan, menjaga jarak dan menghindari kerumunan.
Ia mengajak semua jajaran pemerintah kota Yogyakarta dan seluruh aparatnya untuk tetap melayani masyarakat dengan sebaik-baiknya.
"Ora dumeh mergo (tidak mentang-mentang karena) pandemi, terus pelayanannya jadi kendur. Tapi justru kita penuh semangat. Kita bilang bahwa tan mingkuh, pantang mundur," ucapnya. Ia berharap agar masyarakat Yogyakarta tetap menjaga gotong royong dan kebersamaan.




Kirim Komentar