Gudeg.net- Gunung Merapi dalam bebarapa waktu ini terus menunjukan peningkatan aktivitas, mulai dari kegempaan yang terus terjadi hingga pergerakan magma menuju permukaan.
Hal tersebut disampaikan oleh Hanik Humaida, Kepala Badan Penyelidikan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam laporan mingguan Gunung Merapi yang diterima Gudegnet, Senin (2/11).
“Terjadinya peningkatan aktivitas vulkanik di Gunung Merapi, hal itu menunjukkan adanya proses pergerakan magma menuju permukaan,” ujar Hanik Humaida.
Hanik juga menambahkan, intensitas kegempaan Gunung Merapi untuk minggu ini terpantau lebih tinggi dibandingkan dengan pekan lalu.
“Tingkat aktivitas Merapi masih dalam status level II atau Waspada namun warga sekitar lereng harap tetap meningkatkan kewaspadaannya,” tambahnya.
Dalam pengamatan periode hari Senin (2/11) pada pukul 06.00-12.00 WIB, Gunung Merapi mengalami 23 gempa guguran dengan amplitudo 3-55 mm, dengan durasi 13,68-120,28 detik.
Gempa hembusan sebanyak 20 kali amplitudo 3-80 mm, durasi 13-61,34 detik. Gempa Hybrid/Fase Banyak sebanyak 114 kali amplitudo 3-35 mm dengan durasi 5.8-12.6 detik. Selain itu terjadi juga gempa vulkanik dangkal sebanyak 7 kali dengan amplitudo 50-80 mm.
Dengan adanya peningkatan, BPPTKG mengimbau untuk masyarakat agar tidak melakukan aktivitas radius 3 Km dari puncak Merapi dan tetap waspada dengan ancaman luncuran awan panas.
“Potensi ancaman bahaya saat ini berupa guguran lava dan lontaran material vulkanik bila terjadi letusan eksplosif,” ungkap Hanik.
Sementara itu beberapa waktu yang lalu Kadarmanta Baskara Aji, Sekretaris Daerah DIY menyampaikan, Pemda DIY telah melakukan sejumlah antisipasi atas kemungkinan yang akan terjadi.
“Pemda DIY dan Pemkab Sleman telah menyiapkan jalur evakuasi bila bencana datang. Logistik, dan lokasi penampungan juga telah disiapkan, namun masyarakat juga harus dapat saling bantu membantu,” ujarnya.
Menurut Aji, dari pengalaman, masyarakat selalu dapat melalui musibah secara bersama-sama karenanya sinergi masyarakat dan pemerintah sangat dibutuhkan.
“Saat ini sedang pandemi Covid-19, kita harus dapat meningkatkan kemandirian dengan tanpa bantuan dari pihak lain seperti biasannya. Pemkab Sleman, Pemda DIY dan masyarakat harus bersiap lakukan penanganan secara mandiri,” tuturnya.
Pemda juga sebut telah menyiapkan langkah-langkah evakuasi dengan menerapkan protokol kesehatan Covid-19 seperti evakuasi dengan menjaga jarak hingga mempersiapkan alat ppelindung diri.
“Kita telah simulasikan proses evakuasi masa pandemi agar tidak terjadi klaster Covid-19 baru, termasuk menyiapkan APD,” tambahnya.




Kirim Komentar