Gudeg.net- Ratusan warga yang telah mengisi dua bangunan barak pengungsian di Balai Desa Glagaharjo, Cangkringan, Sleman seluruhnya dalam keadaan sehat.
“Hingga kemarin sore, laporan dari tenaga medis di Posko Kesehatan, semua pengungsi ada 185 dan dalam keadaan sehat serta baik-baik semua, Alhamdulillah,” ujar Suparmono, Panewu Kapanewon Cangkringan saat di temui di Balai Desa Glagahrjo, Selasa (10/11).
Warga mulai mengisi barak pengungsian Balai Desa Glagahrjo pada Sabtu (7/11) dengan jumlah sekitar 133 orang dan diperkirakan akan terus terjadi.

Suparmono mengakui memang ada penambahan pengungsi setiap harinya dan barak pengungsian selalu terbuka untuk seluruh warga yang terdampak dari naiknya status Gunung Merapi.
“Dari kemarin banyak warga yang masuk, mulai lansia dan orang dewasa yang khawatir akan kondisi orangtua atau anak dan istrinya di sini serta warga yang trauma akan erupsi Merapi. Warga trauma tidak boleh kita tolak, mereka kita terima semua,” jelasnya.
Ia memperkirakan gelombang pengungsian masih akan terus bertambah karena Dusun Kalitengah Lor menjadi fokus utama, dengan jumlah penduduknya ada sekitar 500 lebih dan berada di area ancaman bahaya erupsi Merapi.

Evaluasi terus dilakukan oleh pihak terkait guna memetakan daerah yang harus diungsikan, jumlah pengungsi serta mendata kebutuhan pengungsi.
“Kami setiap malam melakukan evaluasi seluruh tim guna mendata dan mengecek apa saja kekurangan dan kebutuhan dari para pengungsi serta mendata lokasi mana yang warganya harus diungsikan, terutama kelompok rentan,” tambahnya.
Selain barak pengungsian Balai Desa Glagaharjo terdapat juga satu barak yang telah dipersiapkan yaitu Barak Gayam Desa Argomulyo, Cangkringan.
Sementara itu Harda Kiswaya, Sekretaris Daerah Sleman menyampaikan, pihaknya telah melakukan sejulah persiapan di barak pengungsian Gayam.

“Barak Gayam sudah siap apabila memang dibutuhkan untuk pengungsi, disana bisa menampung sekitar 300an warga. Protokol kesehatannya juga sudah kami sediakan, dari pembatas ruang tidur sampai bak cuci tangan dan mck juga suda ada,” kata dia.
Untuk menghilangkan kejenuhan, para lansia dan anak-anak diberikan sejumlah kegaiatan seperti berolah raga bersama di pagi hari dan konseling dengan relawan medis.




Kirim Komentar