Gudeg.net- Gunung Merapi terus menunjukan peningkatan aktivitasnya, seperti yang terjdi pada pagi ini, Rabu (18/11), terdengar tiga kali suara guguran sedang hingga keras.
Suara guguran tersebut terpantau dari tiga pos pengamatan Gunung Merapi yaitu Pos Kaliurang, Babadan dan Jrangkah.
“Suara tiga kali guguran itu terdengar pada pukul 04.45 WIB, dengan intensitas sedang hingga cukup keras,” ujar Hanik Humaida, Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam laporan harian perkembangan Gunung Merapi, Rabu (18/11).
Selain itu, BPPTKG melaporkan adanya gempa guguran sebanyak 16 kali, amplitudo 3-67 mm dengan durasi 11-46 detik.
Gempa hembusan sebanyak 15 kali, amplitudo 2-8 mm, durasi 10-22 detik. Gempa fase banyak atau Hybrid sebanyak 71 kali, amplitudo 56-75 mm dengan durasi 19-46 detik. Sedangkan terjadi juga satu kali amplitudo 7 mm dengan durasi 94 detik.
Merapi juga sempat mengeluarkan asap putih dari puncak gunung setinggi 50 meter dengan intensitas sedang hingga tebal.
Menurut Hanik, perkiraan erupsi yang akan terjadi pada Merapi tidak akan sebesar tahun 2010. Potensi ancaman berupa guguran lava serta lontaran material. "Namun potensi eksplosif tetap ada,” tuturnya.
Hingga saat ini Merapi masih dalam status Siaga (level III) dan diimbau untuk mengosongkan area ancaman bahaya erupsi sejauh 5 Km dari puncak gunung.
Para pelaku wisata juga diminta untuk tidak melakukan kegiatan di Kawasan Rawan Bencana (KRB)III.




Kirim Komentar