Gudeg.net- Dampak dari adanya tiga kali guguran, Gunung Merapi mengeluarkan suara gemuruh dengan intensiitas sedang hingga keras.
Seperti yang dilaporkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam pengamatannya periode pukul 06.00-12.00 WIB.
“Terdengar tiga kali guguran dengan intensitas suara gemuruh sedang hingga keras dari Merapi dan terpantau dari sejumlah Pos Pengamatan Gunung Merapi, Babadan dan Jrakah,” ujar BPPTKG dalam laporan harian resminya, Kamis (26/11).
Sedangkan untuk kegempaan Merapi masih terus mengalami peningkatan. Berikut laporan lengkap dari BPPTKG hari ini periode pukul 06.00-12.00 WIB hari ini;
- Gempa Guguran : 9 kali, amplitudo 3-60 mm, durasi 9-127 detik
- Gempa Hembusan : 47 kali, amplitudo 2-9 mm, durasi 6-40 detik
- Gempa Hybrid/Fase Banyak : 81 kali, amplitudo rata-rata 2-30 mm, duarasi 5-12 detik
- Gempa Vulkanik Dangkal : 11 kali, aplitudo 40-75 mm, duarasi 11-40 detik
Selain kegempaan Merapi di laporkan juga mengeluarkan asap solfatara dengan intensitas sedang hingga tebal sedari malam hingga pagi ini.
“Asap kawah teramati berwarna putih dengan intensitas tebal setinggi 250 meter di atas puncak kawah Merapi,” tambah BPPTKG.
Hingga saat ini Gunung Merapi masih dalam kondisi status Siaga (level III). Masyaraat diimbau untuk menjaga jarak aman sekitar 5 Km dari puncak gunung.
BPPTKG juga meminta, seluruh penambangan pasir dan lokasi wisata yang berada di daerah ancaman bahaya yaitu 5 Km dari puncak Merapi untuk menghentikan aktivitasnya.
Sementara itu, pagi ini akun media sosial twitter TRC BPBD DIY (@TRCBPBDDIY), menghadirkan kompilasi gambar visual asap solfatara yang keluar dari Gunung Merapi dari malam hingg pagi ini.
“Pagi ini Merapi cerah dengan asap ringan. Laporan via P05 Lik Panut sektor timur dan P21 @Sumosulis1 sektor tengah,” tulis TRC BPBD DIY.




Kirim Komentar