Berita

Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Terus Menurun Paska Erupsi 27 Januari Lalu

Oleh : Rahman / Jumat, 05 Februari 2021 19:10
 Aktivitas Vulkanik Gunung Merapi Terus Menurun Paska Erupsi 27 Januari Lalu
Asap putih tebal keluar dari puncak Gunung Merapi terlihat dari Lapangan Kali Boyong, Pakem, Sleman, Yogyakarta (2021)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Setelah mengalami erupsi pada tanggal 27 Januari 2021, Gunung Merapi terus mengalami penurunan aktivitas vulkanik. Hal tersebut terlihat dari menurunnya jumlah kegempaan yang terjadi selama satu pekan belakangan ini.

“Intensitas kegempaan pada minggu ini lebih rendah dibandingkan minggu lalu dan hanya terjadi satu kali awan panas guguran,” ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) Hanik Humaida pada laporan mingguan perkembangan Gunung Merapi, Jumat (5/2).

Hanik menjelaskan, dalam satu pekan mulai tanggal 29 Januari – 4 Februari 2021 hanya terjadi satu kali awan panas guguran.

“Dalam sepekan hanya terjadi satu kali awan panas dengan jarak luncur 600 meter ke arah barat daya dan terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 25 mm dan durasi 100 detik,” jelasnya.

Namun, pada pekan ini terjadi terjadi pertumbuhan volume kubah lava 2021 dengan laju pertumbuhan sekitar 12.600 m3/hari.

Kubah lava 2021 merupakan kubah lava baru yang timbul dampak dari meningkatkan aktivitas Gunung Merapi seja ditetapkan naik status menjadi Siaga pada 5 November 2021 lalu.

 “Laju pertumbuhan kubah lava 2021 yang baru terus meningkat. Hingga 4 Februari 2021 volume kubah lava 2021 di tebing Barat Daya terukur sebesar 117.400 m3,” jelasnya.

Sementara, dari data kegempaan BPPTKG telah terjadi gempa Fase Banyak sebanyak 31 kali, 574 kali gempa Guguran (RF), 14 kali gempa Hembusan (DG) dan 8 kali gempa Tektonik (TT) dalam sepekan ini.

Selain itu puncak gunung Merapi juga terus diguyur hujan dengan intensitas curah hujan cukup tinggi yaitu sebesar 111 mm/jam.

“Pada tanggal 3 Februari, Pos Pengamatan Kaliurang melaporkan adanya penambahan aliran lahhar dingin di sekiatar Kali Boyong,” tambah Hanik.

BPPTKG tetap mengimbau warga yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk tetap meningkatkan kewaspada dan dilarang mendetaki puncak gunung.

“Potensi ancaman erupsi Merapi masih memungkinkan, karenanya tetap menjaga jarak aman yaitu 5 Km dari puncak dan tidak melakukan aktivitas apapun di area bahaya tersebut,” imbaunya.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM



    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini