Gudeg.net- Tidak hanya fenomena hujan es, hujan deras yang disertai angin kencang pada, Rabu (3/3) juga mengakibatkan naiknya debit air Sungai Code dan pohon tumbang di sejumlah titik.
Menurut laporan Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY, sedikitnya empat pohon tumbang dan sejumlah kerusakan pada fasilitas umum.
“Pohon tumbang pada kejadian hujan siang ini ada empat lokasi yaitu Pakualaman, Kantongan Tempel, Kepatihan, dan Randu Songo Donokerto Turi. Laporan lainnya masih menunggu koordinasi," ujar Komandan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD DIY, Wahyu Pristiawan Buntoro saat dihubungi Gudegnet, Rabu (3/3).
Selain pohon tumbang, dilaporkan juga kerusakan bangunan seperti atap gedung DPRD DIY, dua rumah rusak berat di Desa Turi, empat kandang hewan di Desa Turi, Taman Kuliner Pakualaman, Gedung Yayasan Bakti Sosial Berbah Sleman dan lainnya.

“Keadaan sudah ditangani oleh TRC BPBD DIY beserta para relawan dan saat ini semua sudah kondusif, aman dan terkendali. Hanya tinggal pembersihan saja,” jelasnya.
Hujan cukup besar yang disertai angin juga berdampak kepada meluapnya aliran Sungai Code yang membelah Kota Yogyakarta.
Dari pantauan Gudegnet, meluapnya Sungai Code terlihat dari Jembatan Gondolayu, Jalan Sudirmani. dimulai sekitar pukul 13.45 WIB.
Air berwarna hitam pekat terlihat cukup deras mengalir dari sungai yang berhulu dari puncak Gunung Merapi tersebut. Derasnya air yang membawa sampah dan kayu.

Sementara itu, Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Staklim Jogja Reni Kraningtyas mengatakan, hujan besar diprediksikan akan terus terjadi hingga musim pancaroba pada bulan April mendatang.




Kirim Komentar