Gudeg.net- Sepekan ini Gunung Merapi mengeluarkan tiga kali awan panas guguran dan 211 kali guguran lava pijar yang sama-sama mengarah ke barat daya.
Hal tersebut diungkapkan oleh Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi (BPPTKG) dalam laporan mingguannya periode 12-18 Maret 2021.
“Awanpanas guguran terjadi sebanyak 3 kali jarak luncur maksimal 1.000 m ke arah barat daya dan guguran lava sebanyak 211 kali jarak luncur maksimal 1.200 meter,” ujar BPPTKG dalam laporan mingguannya yang diterima Gudegnet, Sabtu (20/3).
Tiga kali awan panas terekam pada seismogram dengan amplitudo maksimal 40 mm dan durasi 102 detik pada tanggal 12 Maret 2021 pukul 07.00 WIB.
Sedangkan, 211 guguran lava teramati mengarah ke barat daya. Selain itu Merapi juga teramati mengalami empat kali guguran yang mengarah ke dalam kawah.
Untuk analisis morfologi area puncak berdasarkan foto dari sektor barat daya tanggal 18 Maret menunjukkan adanya perubahan morfologi karena aktivitas guguran dan pertumbuhan kubah.
“Volume kubah lava di sektor barat daya sebesar 840.000 m3 dengan laju pertumbuhan 12.900 m3/hari. Sedangkan untuk volume kubah sebesar 950.000 m3 dengan kecepatan pertumbuhan sejak 4 Januari 2021 sebesar 12.800 m3/hari,” jelasnya.
Aktivitas kegempaan pada minggu ini masih cenderung tinggi dan didominasi oleh gempa permukaan. Pada tanggal 12 dan 17 Maret terjadi juga aliran lahar dengan intensitas rendah pada alur Kali Boyong.
Melihat aktivitas vulkanik Merapi yang masih cukup tinggi maka BPPTKG belum menurunkan status Merapi masih di tingkat Siaga (level III).
Dengan potensi bahaya berupa guguran lava dan awan panas yang masih bisa terjadi kapan saja, BPPTKG mengimbau agar masyarakat tetap menjaga jarak aman 5 Km dari puncak.



Kirim Komentar