Gudeg.net- Pemerintah Dearah (Pemda) DIY akan melakukan uji coba belajar tatap muka untuk Sekolah Menengah Umum (SMU) dan Sekolah Menengah Kejuruan (SMK) pada bulan April.
“Untuk SMU dan SMK boleh sekolah tatap muka tapi sebatas uji coba dulu tapi untuk SD dan SMP nanti dulu, “ ujar Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji pada keterangannya di Kompleks Kepatihan, Selasa (23/3).
Baskara Aji menyebutkan, uji coba sekolah tatap muka untuk SMU dan SMK tidak diperlukan Peraturan Gubernur (Pergub) hanya saja perlu mengikuti Peraturan Daerah (Perda) atau Peraturan Kepala Daerah (Perkada).
“Tapi kalau hanya uji coba, ya bisa saja sekolah berjalan namun di sekolah-sekolah yang tenaga pengajarnya (guru) sudah divaksin. Kalau yang belum divaksin jangan dulu,” kata dia.
Saat ini Pemda DIY telah meminta Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Disdikpora) DIY untuk mempersiapkan uji coba belajar tatap muka tersebut dalam waktu dekat ini.
Baskara Aji mengungkapkan, Disdikpora diminta untuk membuat regulasi terkait mekanisme uji coba tatap muka SMU/SMK seperti protokol kesehatan dan lainnya.
“Harus diatur jam pertemuannya, kapasitas maksimal dalam satu ruang kelas, dan melakukan tes kesehatan pada saat jeda pembelajaran agar memastikan kesehatan guru dan muridnya. Itu poin pokoknya,” ungkapnya.
Saat dihubungi secara terpisah, Kepala Disdikpora DIY Didik Wardaya mengatakan, ada sekitar 10 sekolah setingkat SMU/SMK yang akan menjalani uji coba belajar tatap muka.
“Ke-10 sekolah tersebut tenaga pendidiknya telah mengikuti vaksinasi massal yang digelar saat vaksinasi massal di Jogja Expo Center (JEC) beberapa saat lalu,” kata dia.
Disdikpora juga akan mengatur mekanisme kegiatan pembelajaran tatap muka seperti modifikasi jadwal siswa, sarana prasarana prokes, jumlah siswa dibatasi hingga bangku diberi jarak.
Selain itu, sekolah juga diminta untuk membentuk Satuan Tugas (Satgas) Penangan Covid-19 Mandiri untuk memantau proses pembelajaran bila ada satu hal.
“Satgas Mandiri sekolah harus siaga, mempersiapkan sarpras prokes, mengecek suhu setiap murid dan guru serta mengecekan riwayat kesehatan,” pungkasnya.
Didik berharap dengan uji coba ini dapat menjadi acuan pada ajaran baru di bulan Juli mendatang. “Uji coba ini nanti akan dievaluasi dan hasilnya dapat menjadi bahan acuan proses belajar mengajar pada tahun ajaran baru,” harapnya.




Kirim Komentar