Berita

Terkendala Manajemen Lalin, Jembatan Gembira Loka Sisi Selatan Belum Dioperasikan

Oleh : Rahman / Rabu, 24 Maret 2021 13:01
Terkendala Manajemen Lalin, Jembatan Gembira Loka Sisi Selatan Belum Dioperasikan
Pengendara melintas di Jembatan Gembira Loka sisi utara, Rabu (24/3). Jembatan sisi selatan masih ditutup dengan pembatas jalan sampai uji coba dilakukan oleh Dishub Kota dan Kepolisian.-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Alasan belum dioperasikannya Jembatan Gembira Loka Zoo (GL Zoo) sisi selatan adalah masih adanya kendala dalam hal pengkajian manajemen lalu lintas.

“Kami masih mencari formula yang baik terkait dengan manajemen lalu lintasnya baik dari arah timur maupun barat jembatan,” ujar Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kota Yogyakarta, Agus Arif Nugroho saat dikonfirmasi oleh Gudegnet melalui sambungan telepon, Rabu (24/3).

Agus menjelaskan, pihaknya masih mencari sistem rekayasa jalan untuk kendaraan yang masuk dari arah Jalan Kusumanegara maupun yang keluar dari arah GL Zoo.  

“Biasanya dari arah barat atau Kusumanegara bisa langsung masuk ke GL dan dari GL Zoo bisa langsung masuk arah timur atau Gedong Kuning. Ketika jembatan difungsikan hal itu tidak dapat lagi dilakukan,” jelasnya.

Bila jembatan Gembira Loka sisi selatan difungsikan, nantinya seluruh kendaraan akan menjadi satu arah mengarah ke barat dan jembatan sisi utara mengarah ke timur.

Agus mengungkapkan, menjadi satu arah di kedua sisi jembatan itu yang perlu disosialisasikan kepada masyarakat karena nantinya tidak seperti saat ini.

“Perubahan alur jalan atau lalu lintas ini perlu disosialisasikan dulu agar masyarakat tidak kaget, terutama pada saat jalur sedang tinggi lalinnya,” ungkapnya.

Dishub Kota Yogyakarta juga akan memulai uji coba alur lalu lintas bersama dengan pihak Kepolisian dalam waktu dekat ini.

Uji coba tersebut sekaligus sebagai sosialisasi kepada masyarakat dengan adanya perubahan arus lalin sekitar jembatan.

“Rencananya akan kami pasang barier atau pembatas jalan yang nantinya membatasi alur lalin ke jembatan. Risikonya kemungkinan seluruh kendaraan daru dua arah akan lebih cepat dan itu rawan kecelakaan,” ungkapnya.

Agus berharap, masyarakat mengerti bila ada perubahan arus nantinya, tujuannya agar memberikan kenyamanan dalam berkendaraan karena jalur tersebut memang jalur padat di waktu tertentu.

“Ini semua demi kenyamanan para pengendara, jadi jangan dianggap mempersulit. Karenannya sosialisasi dan uji coba sangat penting untuk dilakukan,” harapnya.

Selain masalah manajemen lalin masih ada juga masalah lain yaitu banyaknya kabel yang melintang di sekitar jembatan. Menurut rencana, kabel tersebut akan segera dirapikan.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini