Gudeg.net - Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta menggelar kegiatan Wajib Kunjung Museum secara virtual edisi "Melihat dari Hati Dr. Yap". Acara ini disiarkan melalui instagram dan kanal Youtube Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta pada Selasa (30/3).
Dalam rangkaian acara ini digelar dua kegiatan. Pertama, Virtual Tour melalui instagram dengan dipandu pengelola Museum Dr. Yap, kemudian dilanjutkan dengan pemutaran video jejak koleksi sejarah Museum Dr. Yap.
Museum yang terletak di Jalan Cik Di Tiro (kompek RS Mata Dr. Yap) ini diresmikan oleh Sri Sultan Hamengkubuwono X pada tahun 1997. Di dalamnya, tersimpan koleksi-koleksi penting berkaitan dengan perkembangan kedokteran mata, terutama di Yogyakarta.
Selain menampilkan berbagai koleksi di museum tersebut, ditampilkan pula sisi lain Dr. Yap dalam perannya mengembangkan kedokteran mata di Indonesia, khususnya di Yogyakarta.
Salah satu hal menarik yang ditampilkan adalah kisah hidup Dr. Yap melalui kesaksian dari salah satu pasien Dr. Yap, yaitu KRT Pakukusumo. Ia adalah cucu Sultan Hamengkubuwono VIII yang pernah menjadi pasien Dr. Yap di tahun 1920-an.
"Selain Museum Dr Yap Prawirohusodo merupakan anggota Forum Museum Kota, kami juga berupaya untuk memebrikan dukungan dalam pengembangan promosinya," kata Kepala Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta, Yetti Martanti dalam keterangan tertulis yang diterima Gudegnet, Kamis (1/4).
Melalui kegiatan ini, diharapkan museum Dr. Yap dapat lebih dikenal luas oleh masyarakat, sehingga dapat menaikkan minat belajar sejarah dan kunjungan museum di masa sekarang, serta tahun-tahun berikutnya.
Kegiatan Wajib Kunjung Museum sendiri merupakan kegiatan rutin yang diselenggarakan setiap tahun oleh Dinas Kebudayaan Kota Yogyakarta. Sebelum pandemi, kegiatan ini dilangsungkan dengan mengundang siswa-siswa sekolah untuk berkunjung ke museum-museum di Kota Yogyakarta. "Melihat dari Hari Dr. Yap" dapat disaksikan di sini.




Kirim Komentar