Gudeg.net- Upacara Misa Jumat Agung di Gereja Kristus Raja Baciro dilakukan luring dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.
Dari pantauan Gudegnet, seluruh umat harus melaporkan diri terlebih dahulu kepada panitia agar sesuai dengan pendaftaran yang telah dilakukan beberapa hari lalu. Selanjutnya ada pengecekan suhu tubuh dan wajib mencuci tangan.
“Saat berada di dalam gereja umat juga diwajibkan menjaga jarak dan kami telah membatasi dengan kain berwarna biru muda diseluruh bangku gereja,” ujar Romo FX Alex Suwito saat ditemui di gereja, Jumat (2/4).

Upacara Jumat Agung di gereja ini merupakan perayaan yang kedua kalinya pada masa pandemi Covid-19 namun ada yang berbeda dari tahun lalu.
Romo Alex menjelaskan, untuk tahun ini misa digelar dengan dua cara yaitu daring dan luring dengan tujuan untuk mengakomodir umat yang ingin beribadah di gereja.
“Tahun lalu perayaan Ekaristi Jumat Agung sampai Paskah kita daring semua tapi tahun ini kami bedakan, daring dan luring. Agar umat dapat kembali merasakan perjamuan di dalam gereja,” jelasnya.
Bagi umat yang ingin datang mengikuti misa secara luring harus melakukan pendaftaran terlebih dahulu. Pendaftaran dilakukan guna mendata umat dan membatasi jumlah kuota.

Jumat Agung kali ini hanya sekitar 450 umat saja yang diperbolehkan hadir langsung di gereja namun itu tidak semuanya hadir.
“Dari awal perayaan Ekaristi yaitu Selasa lalu, maksimal umat yang hadir hanya 200an saja walau dalam data registrasi ada 400 lebih. Jadi ya banyak yang memilih online dari rumah,” tuturnya.
Pihak gereja tidak mempermasalahkan umat yang hadir kurang dari kuota misa luring, karena memang itu semua hak dari umat, ingin hadir atau tidak secara langsung.

Ketika Misa Jumat Agung berlangsung, suasana khidmat sangat terasa. Tema perayaan Paskah Gereja Kristus Raja Baciro tahun ini adalah Bertumbuh Dalam Kristus, Berbuah Dalam Hidup.
“Paskah ini, umat diharapkan dapat meningkatkan kepercayaan kepada Tuhan yang akan berbuah kebaikan kepada sekitar kita, baik keluarga maupun masyarakat. Intinya adalah meneladani sifat Tuhan (Yesus),” jabarnya.




Kirim Komentar