Gudeg.net- Kampung Ramadan Jogokariyan (KRJ) menjadi salah satu pusat masyarakat untuk mencari makanan pembuka puasa atau takjil.
Di sepanjang jalan Jogokariyan terdapat ratusan penjual takjil yang berada dalam naungan panitia penyelenggara KRJ Masjid Jogokariyan.
“Untuk tahun ini kita memang membuka peluang pada para pedagang takjil untuk berjualan di sekitar masjid. Totalnya ada 179 lapak pedagang,” ujar Ketua Panitia KRJ Muhammad Syafik Hamzah di Masjid Jogokariyan, Selasa (13/4).
Dari pantauan Gudegnet, para penjual takjil mulai membuka lapak dagangannya pada pukul 15.00. Makanan yang dijualpun bervariasi mulai dari jajanan pasar, minuman dingin hingga makanan besar seperti nasi dan lauk pauk tersedia di KRJ.

KRJ tahun ini berbeda dengan tahun sebelumnya. Terdapat sejumlah persyaratan yang harus dipenuhi pedagang yang ingin berjualan di KRJ, mulai dari mengisi pendaftaran hingga wajib mentaati ketentuan yang berlaku.
Syafik menjelaskan, tidak membatasi asal usul pedagang, bisa warga dari sekitar Masjid Jogokariyan maupun dari luar daerah.
“Karena masih masa pandemi kami mewajibkan para pelapak untuk menerapkan protokol kesehatan (prokes) seperti pedagang harus memakai masker, menyiapkan cuci tangan dan menjaga jarak antar lapak minimal satu meter,” jelasnya.
Selain itu panitia juga menyiapkan handsanitizer dan tempat cuci tangan di sejumlah titik di sepanjang jalan Jogokariyan yang panjangnya hampir 2 kilometer tersebut.

Mengangkat tema Dari Masjid Bangkitkan Iman Melawan Covid, panitia berharap KRJ mampu membangkitkan kembali sektor ekonomi rakyat yang sedang terpuruk karena pandemi.
“Kami ingin berbagi semangat bangkit kepada masyarakat namun tidak meninggalkan iman di diri masing-masing. Dengan KRJ ini mudah-mudahan ekonomi dapat kembali pulih,” jelasnya.
Sementara itu, Rasti salah satu pengunjung KRJ mengatakan, di pasar sore ini ia dapat membeli segala kebutuhan untuk berbuka puasa.

“Di sini banyak jenis makananannya dan apa yang saya butuhkan ada, yang terpenting semua pedagang menjaga prokes Covid-19,” kata perempuan asal Sewon Bantul itu.
Mendekati waktu berbuka puasa suasana KRJ semakin ramai terutama di area masjid karena pihak masjid telah mempersiapkan ribuan makanan siap saji untuk masyarakat.
Menurut Syafik, ribuan makanan yang dibagikan hanya untuk masyarakat yang salat maghrib di masjid saja. “Yang tidak salat maghrib ya tidak kita bagi karenanya dibagikan saat hendak masuk masjid, tidak sebelumnya,” tuturnya.

Waktu mendekati pukul 18.30 WIB dan para pedagang sudah diharuskan untuk menutup lapaknya agar tidak mengganggu pelaksanaan salat tarawih.




Kirim Komentar