Berita

Penjual Sarang Ketupat: Alhamdulillah, Penjulan Naik

Oleh : Rahman / Rabu, 12 Mei 2021 12:04
Penjual Sarang Ketupat: Alhamdulillah, Penjulan Naik
Pedagang sarang ketupat menggelar dagangannya di sepanjang trotoar di Jalan Sultan Agung,, Pakualaman, Rabu (12/5)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Satu hari menjelang Hari Raya Idulfitri 1442 Hijriah, Jalan Sultan Agung sekitar Pura Pakualaman dipenuhi oleh sejumlah pedagang sarang ketupat.

Mereka adalah pedagang musiman yang datang dari sejumlah daerah di Yogyakarta untuk mencoba peruntungan menjual sarang ketupat pada momen Lebaran tahun ini.

Ada yang datang dari daerah cukup jauh seperti Kulonprogo, Sentolo Wates, Imogiri dan daerah lainnya dan kebanyakan dari mereka sudah berkali-kali menggelar lapak setiap datangnya Idulfitri.

Seperti Ngadiman (40 tahun), ini sudah tahun ke-5 ia berjualan sarang ketupat di sekitar trotoar Jalan Sultan Agung ini. Bukan hanya karena mencari keuntungan semata, ia berjualan sarang ketupat guna menghabiskan waktu cuti Lebaran yang didapat dari tempat kerjanya.

“Setiap Lebaran, tempat kerja saya libur, jadi ya saya jualan sarang ketupat saja di sini. Mumpung cuti kerja mas, daripada nganggur di kampung,” ujar pria asal Sentolo, Wates saat menggelar lapaknya di sekitar Pakualaman, Rabu (12/5).

Ngadiman sebenarnya sudah menggelar lapaknya sedari Selasa (11/5) siang. Ia datang menggunakan sepeda motor dengan membawa tiga karung besar berisi pelepah daun kelapa.

Tiga karung pelepah tersebut sudah tinggal setengahnya saat Gudegnet menyambangi lapaknya yang hanya beralaskan tikar tipis yang Ngadiman bawa dari rumahnya.

“Ini tinggal separonya dari 5 ikat pelepah besar yang saya bawa. Alhamdulillah tahun ini penjualan sarang tupat naik mas. Tidak seperti tahun lalu, anjlok banget,” jelasnya.

Sarang ketupat yang ia jual terbilang murah, untuk 10 buah atau satu ikat ketupat hanya di banderol Rp.10.000- Rp.15.000 saja. “Tapi kalau ada yang beli banyak, ya bisa turun juga harganya, bisa nego ko mas kalau saya,” tuturnya.

Dari segi kualitas, sarang ketupat Ngadiman juga cukup bagus, daun pelepahnya tidak terlalu kering karena terjemur matahari.

“Sarang tupat yang kering, tidak saya jual mas, gada yang mau. Pembeli maunya yang masih bagus, terus rapih. Padahal kalau dimasak juga akan berubah warna dan kering,” kata dia sambil tersenyum.

Hari ini rencanannya Ngadiman akan berjualan sarang ketupat hingga menjelang maghrib agar tidak terlalu malam sampai rumah dan bisa bermalam takbiran bersama keluarga.

“Mudah-mudahan ketupat saya cepat habis sore ini, ben iso bali gasik (biar bisa pulang cepat). Kasian anak-anak, kalau takbiran tidak ada saya,” ungkapnya.

Sama dengan Ngadiman, Ibu Prapti (43 tahun) asal Sedayu, Bantul mengatakan, penjualan sarang ketupat tahun ini cukup  baik dari tahun lalu.

“Bodho iki lumayan mas (Lebaran ini lumayan) jaualan ketupat, rame. Tidak seperti tahun lau, padahal masih corona juga. Ya senang saya bisa bawa pulang uang buat Lebaran besok,” ungkap wanita yang membuka lapak bersama anaknya itu.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM



    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini