Gudeg.net- Meningkatnya kasus terkonfirmasi positif Covid-19 saat ini merupakan tanda adanya penularan yang sedang aktif di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY).
Hal tersebut diungkapkan oleh ahli epidemiologi Universitas Gadjah Mada Bayu Satria Wiratama, saat dihubungi melalui sambungan telepon oleh Gudegnet, Selasa (15/6).
Bayu menjelaskan, sejumlah klaster Covid-19 yang bermunculan saat ini dapat dikatakan dampak dari pergerakan orang pada perayaan Idulfitri 1442 Hijriah yang lalu.
“Mobilitas saat Lebaran salah satunya penyebab klaster, selain itu semakin longgarnya protokol kesehatan yang berlaku di masyarakat,” jelas Bayu.
Seperti diketahui, sejumlah klaster Covid-19 terus bermunculan di DIY seperti yang terjadi di sejumlah desa di Kabupaten Sleman dan Bantul.
Menurut data terakhir yang berasal dari Tim Penegakan Hukum Penanganan Covid-19 DIY terdapat sekitar 27 klaster di seluruh DIY, namun jumlah tersebut berangsur-angsur berkurang.
Bayu megungkapkan, klaster yang bertambah juga dampak dari kurangnya testing yang seharusnya dilakukan di sejumlah daerah.
“Seharusnya kapasitas testing dan tracing dikuatkan dan selain itu kapasitas fasilitas kesehatan juga ditingkatkan, fungsinya untuk menampung bila terjadi lonjakan seperti yang terjadi saat ini,” ungkapnya.
Ia menambahkan, banyak yang bisa dilakukan agar penularan tidak semakin meluas, salah satunya dengan membuat fasilitas isolasi mandiri terpusat. “Isolasi terpusat bertujuan untuk meminimalisir terjadinya penularan dalam satu rumah atau satu lingkungan,” tambahnya.
Walaupun tingkat penularan Covid-19 sedang tinggi di DIY, Bayu meyakini bahwa dengan vaksinasi yang terus digencarkan dapat memberikan perlindungan bagi masyarakat.
“Vaksin yang ada saat ini terbilang masih bagus, akan tetapi lebih baik mencegah jangan sampai terpapar yaitu lidungi diri dengan 3M, memakai masker, mencuci tangan dan menjaga jarak,” imbaunya.




Kirim Komentar