Gudeg.net- “Sudah beberapa hari ini stok oksigen kosong mas, banyak yang datang dan tidak bisa saya layani," ujar Susi, penyedia oksigen di Jalan Kompol Bambang Suprapto, Baciro, Gondokusuman.
“Saya tidak bisa berbuat apa-apa kalau ada orang datang mau isi oksigen, mana sekarang sedang dibutuhkan sekali,” tambahnya.
Ketika Gudegnet menyambangi tempat pengisian oksigen miliknya, tampak Susi sedang berbincang dengan salah satu warga yang ingin mengisi oksigen dari tabung yang dibawanya.

Namun malang, stok oksigen Susi sudah tidak mencukupi. Sisa yang ia miliki hanya cukup untuk tabung berukuran 1 meter saja atau tabung oksigen portabel terkecil.
Namun orang yang hendak mengisi oksigen tersebut terus meminta karena dirinya sangat memburuhkan oksigen tersebut.
“Situasi seperti tadi mas yang saya tidak tega, tapi apa boleh buat, oksigen saya memang habis dan sedang menunggu dari luar kota,” tuturnya sambil menyeka keringat.
Tempat pengisian oksigen milik Susi terbilang kecil, hanya sebesar kios rokok di pinggir jalan, namun keberadaannya saat menjadi sangat krusial terlebih di tengah meningkatnya kasus Covid-19 di Yogyakarta.

Di dalam kiosnya terdapat sebuah alat yang menjadi terminal pengisian oksigen dan sejumlah tabung oksigen yang sudah kosong.
Tabung-tabung oksigen tersebut menurut Susi sudah kosong sejak kemarin dan yang tersisa hanya satu tabung berukuran kecil yang telah dipesan oleh pelanggannya. “Tinggal satu tabung ini stok saya, yang lainnya itu kosong semua. Tidak ada lagi,” tambahnya.
Susi mengakui, alasan kosongnya stok oksigen dikarenakan kasus Covid-19 yang sedang meningkat. Sebelum Covid-19 meningkat, kios kecil miliknya hanya melayani sedikit pelanggan saja dan ia tidak memperkirakan kebutuhan akan oksigen melonjak seperti sekarang ini.
Pada hari biasa, kios Susi juga memasok ke sejumlah rumah sakit di Kota Yogyakarta dan paling maksimal satu minggu hanya mengisi antara 10 sampai 15 tabung saja.

“Saya dapat pasokan oksigen dari Solo dan hari ini penyedia di sana juga sedang kewalahan, jadinya stok saya habis hari ini. Mudah-mudah besok sudah datang lagi,” kata dia.
Stok oksigen yang ada di kiosnya berfariasi, mulai dari setinggi 1 meter, 1,5 meter hingga 2 meter. Isiannya pun berbeda-beda, untuk tabung 1 meter berisi oksigen sekitar 1 meter kubik (m3), tabung 1,5 meter sekitar 6 meter kubik.
“Yang tabung 1 meter sekali isi hanya Rp.35.000, tabung 1,5 meter Rp. 50.000, kalau yang tabung 2 meter sekali isi Rp.100.000. Yang apalin banyak diisi sekarang yang 1,5 dan 2 meter,” ujarnya.
Susi tidak mau menaikan harga walaupun kebutuhan akan oksigen sedang meningkat. Baginya isian oksigen saat ini sama saja untuk menggali ladang pahala.

“Di saat seperti ini kita harus salinng membantu, memang saya punya yang dibutuhkan tapi menolong orang dengan tidak mengambil keuntungan besar adalah langkah yang saya pilih,” ungkap wanita yang sekaligus pemilik kios kelontong kecil itu.




Kirim Komentar