Gudeg.net- “Dengan memberlakukan PPKM secara ketat maka dapat diprediksikan pada bulan September 2021, kasus Covid-19 DIY akan menurun,” ujar Ahli Statistika sekaligus Pendiri Laboratorium Statistik Terapan RoomStat, Budhi Handoyo Nugroho.
Pernyataan tersebut diungkapkan Budhi pada saat menggelar konferensi pers secara virtual membahas Lonjakan Kasus Covid-19 di DIY dan Efektivitas PPKM Mikro bersama Sekretaris Daerah (Sekda) DIY Kadarmanta Baskara Aji, Selasa (29/6).
Budhi menjelaskan, banyak pekerjaan rumah yang harus dilakukan oleh Pemda DIY agar dapat menurunkan kasus Covid-19 pada bulan September seperti kembali mengetatkan PPKM skala Mikro yang saat ini sedang berjalan.
“Protokol kesehatan sudah menurun, tidak ada sanksi tegas bagi pelanggar dan kebiijakan lainnya yang kurang tepat untuk menekan angka penularan,” jelasnya.
Roomstaat selama ini melakukan monitoring dari perkembangan kasus Covid-19 DIY sepanjang periode November 2020 – Maret 2021.
Budhi menuturkan, dari hasil monitoring, kasus Covid-19 DIY dapat dikatakan menurun pada saat penerapan PPKM Mikro atau sekitar bulan Februari 2021.
“Namun untuk saat ini tantangannya berbeda yaitu dengan adanya varian delta dan ini perlu menjadi perhatian serius oleh Pemda,” tuturnya.
Budhi menambahkan, setiap kabupaten dan kota membutuhkan jumlah hari yang berbeda untuk menurunkan jumlah kasus Covid-19. Kabupaten Sleman membutuhkan 100 hari untuk melandai, Bantul 102 hari, Kota Yogyakarta 103 hari, Gunungkidul 105 hari dan Kulonprogo 118 hari.
“Sedangkan untuk keseluruhan DIY membutuhkan waktu kurang lebih 116 hari untuk melandai,” tambahnya.
Dari data tersebut terlihat lonjakan kasus sudah berjalan rata-rata sekitar 29 hari, dan bila merujuk pada histori lamanya, maka dibutuhkan sekitar 78 hari dari sekarang untuk dapat melandai secara menyeluruh.
“Tujuh delapan hari tersebut diprediksikan sekitar 9 September 2021 dan bila kebijakan PPKM benar-benar diperketat maka dapat menurunkan kasus Covid-19 DIY,” ungkapnya.




Kirim Komentar