Gudeg.net- Rumah Sakit Umum Pusat (RSUP) dr Sardjito Yogyakarta membangun tenda darurat untuk menampung pasien Covid-19 yang sedang meningkat beberapa hari belakangan.
Kepala Humas RSUP dr Sardjito Banu Hermawan mengatakan, tenda darurat yang dipasang berfungsi sebagai penampungan sementara sebelum pasien masuk ke ruang Instalasi Gawat Darurat (IGD) Poli Covid-19.
“Awalnya satu tenda namun hari ini ditambah satu dan kami letakan di halaman selatan Instalasi Poli Covid-19, bersampingan dengan parkir kendaraan roda dua,” ujarnya saat ditemui di RS dr Sardjito, Rabu (30/6).

Banu menjelaskan, adanya peningkatan jumlah orang yang datang ke Poli Covid-19. Sebagian berasal dari rumah sakit rujukan fasilitas pelayanan kesehatan (fasyankes) maupun sekedar memeriksakan diri,
“Sementara ini, tenda berfungsi untuk ruang tunggu pasien dan penanganan awal sambil menunggu giliran masuk ke poli untuk perawatan lebih lanjut agar tidak terjadi kerumunan,” jelasnya.
Tenda darurat yang didirikan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) DIY tersebut telah diberi sejumlah fasilitas seperti 12 tempat tidur di masing-masing tenda dan tabung oksigen.
Hingga saat ini ruang perawatan di ruang Poli Covid-19 RS dr Sardjito masih cukup memadai untuk menerima pasien namun hanya untuk pasien yang membutuhkan perawatan intensif.

“Kalau memang harus perawatan intensif langsung diarahkan untuk menginap namun yang tidak atau masih gejala ringan, disarankan isolasi mandiri di rumah atau selter,” tuturnya.
Hingga saat ini keterisian tempat tidur atau bed untuk pasien Covid-19 di RS Sardjito sudah mencapai sekitar 85 persen. Sementara itu untuk bed isolasi kritikal yang tersisa sekitar 56 persen.
Sementara itu, Direktur Utama RSUP Dr Sardjito, Rukmono Siswishanto, dalam jumpa persnya menyampaikan, RS Sardjito sempat kewalahan dalam menangani pasien Covid-19 yang cukup meningkat beberapa hari ini.

“Ini pentingnya kebutuhan akan layanan di selter-selter bagi pasien Covid-19. Arus masuk pasien ke poli juga kita saring dengan sistem rujukan, agar pasien yang tak perlu dirawat di rumah sakit tak perlu datang,” kata dia.
Rukmono menambahkan, rumah sakit sebaiknya diperlukan bagi pasien yang sangat membutuhkan perawatan lebih. “Yang masih ringan bisa dirawat melalui isolasi mandiri atau selter, bila ada keterburukan baru di bawa ke rumah sakit,” tambahnya.




Kirim Komentar