Gudeg.net- Dalam kurun waktu 24 jam, Rabu (30/6), Gunung Merapi telah memuntahkan 16 kali awan panas guguran dengan jarak luncur maksimum 1.800 meter dan mengarah ke barat daya dan tenggara.
“Dari pantauan BPPTKG, sepanjang Rabu (30/6), telah terjadi 16 awan panas guguran dan terbanyak adalah periode pukul 12.00 WIB-18.00 WIB yaitu sembilan kali dengan waktu yang cukup berdekatan,” ujar Kepala Balai Penyelidikan dan Pengembangan Teknologi Kebencanaan Geologi, Hanik Humaida dalam keterangan tertulisnya, Kamis (1/7).
Ke-16 awan panas guguran yang terjadi yaitu pukul 05.01 WIB, 05.29 WIB, 10.32 WIB, 15.13 WIB, 15.35 WIB, 16.00 WIB, 16.32 WIB, 16.41 WIB, 16.59 WIB, 17.40 WIB, 17.75 WIB, 18.42 WIB, 19.50 WIB, 23.46 WIB, 23.50 WIB dan pukul 23.47 WIB.
Berdasarkan rangkaian awan panas tersebut BPPTKG menyatakan adanya peningkatan aktivitas yang cukup signifikan pada Gunung Merapi.
Hanik menjelaskan, erupsi yang terjadi sepanjang tahun 2021 ini masih bersifat efusif dengan aktivitas berupa pertumbuhan kubah lava, guguran lava pijar dan awan panas guguran.
“Untuk erupsi eksplosif masih ada kemungkinan terjadi dengan ancaman bahaya berupa lontaran material dalam radius 3 Km dari puncak Gunung Merapi,” jelasnya.

(Gunung Merapi mengeluarkan guguran terlihat dari Dusun Ngrangkah, Desa Umbulharjo, Kapanewon Cangkringan, Sleman (1/7)
Selain itu, BPPTKG juga memuktakhirkan jarak aman luncuran awan panas untuk wilayah tenggara Merapi, yaitu untuk Kali Gendol dari 3 Km menjadi 5 Km dan untuk Kali Woro sejauh 3 Km.
“Kita muktakhirkan radius aman untuk wilayah Tenggara karena pada Jumat (25/6) telah terjadi erupsi dengan jarak luncur sejauh 3.000 meter,” tutur Hanik.
Hanik mengimbau, masyarakat lereng Merapi terutama yang berada di Kawasan Rawan Bencan (KRB) III untuk tetap waspada dan tidak panik.
“Masyarakat harap tetap tenang dan meningkatkan kewaspadaannya serta selalu mengikuti informasi dari sumber yang dapat dipercaya,” imbaunya.




Kirim Komentar