Berita

PPKM Darurat, Malioboro Gelap di Malam Hari

Oleh : Rahman / Rabu, 07 Juli 2021 22:20
PPKM Darurat, Malioboro Gelap di Malam Hari
Penarik becak melintas di Jalan Malioboro pada saat seluruh lampu penerangan jalan umum (PJU) dimatikan, Rabu (7/7)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Jalan Malioboro gelap dan sepi, itulah kesan pertama yang akan dirasakan ketika berada di kawasan yang menjadi favorit para pelancong ke Kota Yogyakarta.

Tidak ada lagi keramaian orang-orang yang berlalu lalang maupun kendaraan, yang tersisa hanya kesunyian dan beberapa tukang becak menepikan becaknya di pinggir trotoar.

Waktu menunjukkan pukul 20.00 WIB dan 'klap' seluruh lampu penerangan jalan umum (PJU) Malioboro dimatikan, tersisa hanya sedikit lampu dari sejumlah pertokoan.

Petugas keamanan dari Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol) PP, Dinas Perhubungan, Kepolisan dan TNI terlihat berjaga-jaga hingga kawasan Titik Nol.

Sejumlah warga yang merupakan para pekerja hanya bisa berjalan kaki menuju pintu selatan Pasar Beringharjo, satu-satunya kawasan yang masih diterangi lampu PJU dan para penjemput telah menunggu mereka.

Dari lokasi pantauan Gudegnet yaitu di depan Mirota Batik, terlihat juga di jauhan sejumlah pedagang mendorong gerobak pulang ke peraduan seusai menutup lapak.

Purno (55 tahun) penarik becak yang sedari tadi memakirkan becaknya di samping Monumen Ngejaman mengatakan, Malioboro jadi gelap dan sepi dari orang wisata.

“Malioboro sepi mas, bukan cuma siang saja, malam juga tambah sepi, ditambah sekarang lampu jalannya dimatikan, wes koyo kuto mati wae (sudah seperti kota mati saja),” ujarnya, Rabu (7/7).

Namun tiba-tiba petugas menghampiri kami yang mulai asik berbincang-bincang. Purno diminta untuk meninggalkan kawasan tersebut, agar tidak mengundang penarik becak lain berkerumun.

Setelah Purno, petugas Dishub akhirnya memasang pembatas jalan sebagai dibarikade untuk menutup akses jalan menuju Gedung Agung dan kawasan Titik Nol.

“Ini supaya tidak ada lagi kendaraan yang lewat, karena biasanya jam segini (21.30 WIB) pekerja Malioboro sudah pulang semua. Supaya tidak ada yang masuk, ya di barikade,” ungkap petugas Dishub yang enggan menyebutkan namanya.

Dimatikannya lampu PJU Malioboro merupakan kebijakan dari Pemerintah Kota (Pemkot) Yogyakarta untuk mengantisipasi terjadinya kerumunan di masa PPKM Darurat ini.

Satu hari sebelumnya, Wakil Walikota Yogyakarta Heroe Poerwadi dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, saat ini Yogyakarta sedang berupaya keras menekan angka peningkatan kasus Covid-19.

“Malioboro menjadi fokus utama, karenanya dengan penutupan, penyekatan dan mematikan lampu PJU diharapkan dapat meminimalkan terjadinya kerumunan warga. Jika ada kami tertibkan,” kata dia.

Rencananya pemadaman lampu PJU Malioboro akan berlangsung hingga masa PPKM Darurat berakhir yaitu 20 Juli 2021.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    SWARAGAMA 101.7 FM

    SWARAGAMA 101.7 FM

    Swaragama 101.7 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM


    UNIMMA FM 87,60

    UNIMMA FM 87,60

    Radio Unimma 87,60 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini