Gudeg.net- Waktu baru saja menunjukkan pukul 06.00 WIB namun antrian warga untuk mengisi tabung oksigen sudah meluber hingga ke jalan raya.
Puluhan tabung kosong bertuliskan nama pemiliknya pun ikut mengantri sesuai dengan nomor yang sudah ditentukan oleh pemilik toko pengisian oksigen Ninda di Jalan Kolonel Sugiyono, Mergangsan, Kota Yogyakarta.
Wajah-wajah lelah menunggu dan penuh harap agar tabung mereka terisi oksigen pun menyelimuti area toko oksigen yang tidak terlalu besar itu.

“Saya datang dari jam 4 pagi mas, naruh tabung dan gantian nunggu sama saudara sampai pagi ini,” ujar Suryanto saat ditemui di lokasi, Kamis (15/7).
Bukan tanpa alasan kenapa Suryanto harus datang dari jam 4 pagi untuk mengantre. Hal itu karena pemilik toko membatasi hanya 60 tabung yang akan diisi dan satu warga hanya berhak mengisi satu tabung saja.
Walaupun sudah datang dari subuh, Suryanto hanya mendapat nomor urut 37. Lalu bagaimana dengan pemilik tabung yang mendapat nomor urut 1, jam berapa ia harus datang antre agar memperoleh nomor wahid tersebut.

“Ini aja cuma dapat nomor 37, saya tidak tahu yang nomor 1 datang jam berapa. Tapi tadi ada yang bilang datang dari 3 pagi mas,” kata dia.
Pukul 07.00 WIB lebih sedikit, karyawan toko pun mulai datang dan membuka roliing door, sontak puluhan warga yang pada awalnya menunggu sedikit jauh dari toko pun mendekat.
Kerumunan di depan toko tidak terhindarkan. Semua ingin mengetahui apakah hari ini Ninda Oksigen punya stok untuk mengisi tabung-tabung mereka yang sudah antri sejak dini hari.

Meihat terjadi kerumunan, sejumlah aparat keamanan yaitu polisi dan TNI menghalau mereka untuk kembali ke tempat asal mereka menunggu.
“Tenang pak, tidak usah mendekat ke sini (toko) kami ada stok oksigen untuk hari ini dan pasti diisi tapi antrenya sedikit menjauh ndak diseneni pak polisi mengko (biar tidak dimarahi pak polisi nanti),” ujar salah satu karyawan yang tidak mau menyebutkan namanya itu.
Tabung mulai didata ulang dan dibawa masuk untuk diisi ulang oleh karyawan toko. Tidak butuh waktu lama untuk mengisi satu tabung dan wajah para pengantri pun terlihat mulai tersenyum karena harapan mereka terkabulkan.

Sekitar pukul 08.00 WIB, satu persatu warga sudah pulang membawa secercah harapan bagi sanak keluarga mereka yang membutuhkan oksigen dan perlahan area toko menyepi.
“Alhamdulillah mas tabung saya terisi juga, bisa buat istri saya yang sudah beberapa hari ini sesak nafas karena terpapar Covid dari tetangga,” kata Suryanto.
Untuk pengisian satu buah tabung isian 1 meter kubik atau tabung dengan tinggi sekitar satu meter itu warga harus membayar Rp. 50.000 untuk sekali isi.

Mungkinkah mereka (warga) akan kembali lagi untuk mengantre sedari dini hari lagi di toko pengisian ini besok? Satu yang pasti, selama stok oksigen langka di masa pandemi Covid-19 ini, toko-toko pengisian ulang selalu diburu oleh warga yang membutuhkan zat dengan bahasa kimia O2 itu.




Kirim Komentar