Gudeg.net- Puluhan hotel dan restoran kembali mengikuti aksi 'From Jogja with Love' dengan menyalakan lampu beberapa kamar yang membentuk simbol cinta.
Aksi yang diprakarsai oleh Badan Pimpinan Daerah (BPD) Perhimpunan Hotel & Restoran Indonesia (PHRI) Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) ini pernah dilakukan pada bulan April 2020 lalu.
Sedikitnya ada 80 hotel bintang/nonbintang dan restoran mengikuti aksi yang bertujan untuk memberikan semangat kepada pelaku pariwisata dan masyarakat DIY atas keadaan yang sedang terjadi saat ini.

“Kami ingin menyampaikan pesan bahwa di masa PPKM Darurat ini kita semua pasti masih punya semangat untuk Guyub Sesarengan menghadapi pandemi Covid-19 yang semakin tinggi ini,” ujar Kepala BPD PHRI DIY, Deddy Pranowo Eryono saat dihubungi via telepon, Minggu (18/7).
Dari pantauan Gudegnet pada Sabtu (17/7) malam, sejumlah hotel yang menampiilkan simbol hati adalah Hotel Grand Mercure, New Saphir, Royal Ambarrukmo, Porto Hotel, 101 Hotel, Harper Hotel, Novotel, Swiis Bell Boutique, Hotel Tentrem dan lainnya.
Simbol hati yang terpampang di sejumlah hotel tersebut memberikan pemadangan yang berbeda di Kota Yogyakarta, terlebih saat ini lampu penerangan jalan di sejumlah jalan utama dimatikan.
Deddy menjelaskan, aksi ini juga dipersembahkan kepada para tenaga kesehatan yang saat ini sedang berjuang di sejumlah rumah sakit rujukan Covid-19.

“Ini juga sebagai bentuk dukungan moril kepada nakes dan kami berharap pandemi Covid-19 ini dapat segera berakhir dan sendi-sendi perekonomian dapat kembali pulih,” jelasnya.
Rencananya aksi From Jogja with Love akan berlangsung selama penerapan PPKM Darurat berakhir pada tanggal 20 Juli 2021.
Sementara itu, menurut Deddy, tingkat okupansi hotel di DIY hanya sekitar 6 persen selama PPKM Darurat dan itu sangat rendah.
“Saat ini perhotelan sedang melakukan efisiensi untuk operasional seperti merumahkan sementara sejumlah karyawannya dan hal lain yang dibutuhkan,” tuturnya.

BPD PHRI DIY juga telah menyiapkan sejumlah hotel untuk dijadikan lokasi isolasi atau karantina mandiri bagi penyintas Covid-19 dengan status orang tanpa gelaja (OTG).
“Kami siapkan Hotel Ibis Adisutjipto dan sejumlah hotel untuk corporate. Namun ada juga sejumlah hotel yang dijadikan tempat isoman tapi tidak berkenan dipublikasikan,” pungkasnya.




Kirim Komentar