Gudeg.net- Setelah sempat dibuka pada Selasa (3/8), sejumlah ruas jalan Kota Yogyakarta kembali diberlakukan penyekatan oleh Dinas Perhubungan Kota Yogyakarta.
Hal tersebut dilakukan dengan alasan ketika penyekatan dibuka terjadi mobilitas yang cukup besar di sejumlah titik kota.
“Kemarin sempat dibuka dan kami amati di lapangan ternyata mobilitas tetap terjadi,” ujar Kepala Dishub Kota Yogyakarta Agus Arif Nugroho, saat dihubugi melalu sambungan telepon, Kamis (5/8).
Ada 10 titik penyekatan yang kembali diberlakukan penyekatan adalah Wirobrajan, Pingit, Jetis, Tugu, Mirota Kampus, Gejayan, SGM, Rejowinangun, Taman Siswa (Tamsis), dan Pojok Beteng (Jokteng) Kulon.
Agus menjelaskan, penyekatan dibuka dengan harapan agar warga memiliki kesadaran untuk tidak melakukan mobilitas di saat penerapan PPKM Level 4 ini.


“Namun kenyataannya dilapangan justru berbeda dengan harapan dan ternyata kesadaran masyarakat belum terbentuk dengan benar,” jelasnya.
Ia menambahkan, penyekatan merupakan pilihan terakhir untuk dapat menekan angka penyebaran Covid-19 namun dengan berbagai alasan, banyak masyarakat yang tidak menyetujuinya.
“Langkah penyekatan memang sulit namun bila tidak dilakukan justru mobilitas lebih tidak kendali terlebih saat ini kasus Covid-19 masih cukup tinggi,” tambahnya.
Sementara itu Kapolresta Jogja, Kombes Pol Purwadi Wahyu Anggoro dalam keterangan tertulisnya menyampaikan, pembukaan penyekatan yang sempat dilakukan kemarin sifatnya tidak permanen dan situasional.
“Pembukaan pada Selasa (3/8) kemarin tidak permanen namun hanya untuk memantau mobilitas masyarakat sambil menghitung volume kendaraan dan setelah itu ditutup kembali pada Rabu (4/8) pukul 10.00 WIB,” ucapnya.




Kirim Komentar