Gudeg-net- Berharap pandemi segera berakhir, puluhan pelaku usaha menggelar doa bersama dan menyalakan lilin di Jalan Malioboro, Minggu (8/8) malam.
Acara yang diinisiasi oleh Perkumpulan Pengusaha Malioboro-Ahmad Yani (PPMAY) tersebut dimulai pada saat lampu penerangan Jalan Malioboro dimatikan, yaitu pukul 20.00 WIB.
Dari pantauan Gudegnet, ada sekitar 30 pelaku usaha yang mengikuti kegiatan yang diselenggarakan tepat di perempatan pintu masuk Jalan Pajeksan atau di sisi selatan dari Kantor Kepatihan, Yogyakarta.

Mereka berbaris memanjang dengan menjaga jarak satu sama lainnnya dan itu dilakukan sebagai langkah menerapkan protokol kesehatan (prokes) agar tidak terjadi kerumunan.
Sejumlah tokoh agama yang turut hadir untuk memimpin doa bersama berasal dari perwakilan agama Islam, Katolik, Hindu, Budha, Kristen dan Konghucu.
“Kami berkumpul di sini untuk berdoa bersama dengan harapan agar pandemi segera berakhir dan kami para pelaku usaha dapat kembali berjualan seperti biasa kembali,” ujar Ketua PPMAY Sodikin di lokasi kegiatan, di hari yang sama.

Lilin yang dinyalakan oleh peserta merupakan simbol harapan dari para pelaku usaha, sedangkan bendera merah putih sebagai penanda masih adanya semangat kebersamaan walau sedang dalam keadaan sulit sekalipun.
Kegiatan yang dilakukan pada malam terakhir dari perpanjangan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 DIY ini juga bertujuan agar pemerintah pusat dan pemerintah daerah dapat mengerti akan kesulitan yang dialami oleh para pelaku usaha.
“Dengan situasi ini, kami berharap pemerintah dapat memberikan solusi agar para pelaku usaha dapat tetap dapat menjalankan roda perekonomian. Kebijakan harus dapat saling menguntungkan, bagi pemertintah dan juga masyarakat,” ungkapnya.

Sodikin yang mewakili pelaku usaha Malioboro juga meminta agar PPKM Level 4 yang akan berakhir besok tanggal 9 Agustus 2021 agar tidak diperpanjang kembali. “Kami berharap PPKM yang berakhir besok, jangan diperpanjang,” pintanya.
Sementara itu, di lokasi yang sama Koordinator Lapangan PPMAY, KRT Karyanto Purbohusodo mengimbau kepada pemerintah aktivitas perekonomian di Jalan Malioboro agar dapat lebih dilonggarkan kembali. Alasannya, pendapatan para pelaku usaha baik pedagang kaki lima (PKL) dan pertokoan di sepanjang Malioboro turun sangat drastis di masa PPKM Level 4 ini.

“Kami semua sudah semakin sulit mencari rezeki, terlebih di saat PPKM Level 4 ini, banyak toko yang tutup bahkan sampai dijual. Maka kami meminta agar Malioboro dapat lebh dilonggarkan ke depannya,” kata dia.




Kirim Komentar