Berita

Peringati HUT Ke-76 RI, Kampung Ini Pasang Naga 150 Meter

Oleh : Rahman / Senin, 16 Agustus 2021 19:08
Peringati HUT Ke-76 RI, Kampung Ini Pasang Naga 150 Meter
Warga beraktivitas di sepanjang Jalan Naga Muda Dusun Gowok, Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman yang berhiaskan layangan naga, Selasa (16/8)-Gudeg.net/Rahman

Gudeg.net- Banyak cara dilakukan untuk memeriahkan Hari Ulang Tahun Ke-76 Kemerdekaan Republik Indonesia (RI) meskipun di masa pandemi Covid-19.

Seperti yang dilakukan oleh warga Dusun Gowok, Kalurahan Caturtunggal, Depok, Sleman, mereka menghias jalan utama kampung dengan layangan naga sepanjang lebih dari 150 meter.

Layangan naga berwarna cerah ini diberi nama Nogo Mudho. Nama tersebut diambil sesuai dengan nama jalan lokasi dipasangnya layangan naga.

“Diberi nama Nogo Mudho karena sesuai dengan layangan panjang ini dipasang yaitu Jalan Naga Muda RT 05, RW 02, Gowok,” ujar Inisiator pemasang layangan naga Agus Triyanto di lokasi, Senin (16/8).

Layangan yang didominasi dengan warna putih, kuning dan merah ini pada awalnya merupakan layangan raksasa yang biasa diterbangkan di Pantai Selatan Jalur Jalan Lingkar Selatan (JJLS) Bantul.

Namun karena ada penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 4 DIY, layangan jarang dimainkan.

“Karena jarang dimainkan, jadi lebih baik kami pasang di jalan ini, sebagai simbol untuk memeriahkan HUT RI Ke-76, 17 Agustus tahun ini,” jelasnya.

Layangan yang dibuat sejak tahun 2020 tersebut menggunakan sejumlah bahan, yaitu untuk bagian badan terbuat dari bahan plastik dan kain sedangkan untuk bagian kepala terbuat dari bambu yang dimodifikasi dengan kertas serta fiber. Sebagai pelengkap, pada bagian mulut diberi juga hiasan gigi tajam ciri khas naga aslinya.

Agus yang juga pembuat layangan naga tersebut mengungkapan, pembuatan layangan memakan waktu cukup lama yaitu hampir tiga bulan lebih.

“Saya buat layangan ini dengan dua saudara. Setelah jadi dan jarang dimainkan kok hanya didiamkan saja, saya usulkan untuk dipasang saja di jalan ini dan wargapun antusias lalu menyetujui,” ungkapnya.

Pemasangan layangan raksasa ini membutuhkan tenaga yang cukup banyak, untuk itu dibutuhkan waktu sekitar seminggu agar dapat terpasang sesuai dengan rencana.

Ada yang istimewa dari layangan Naga Mudho ini yaitu dilengkapi dengan lampu-lampu kecil agar dapat meriah dan dinikmati pada malam hari. “Ada lampu juga, dan bagus kalau malam hari. Coba saja malam ke sini pasti keren,” tambah Agus.

Selain layangan naga, jalan kampung Dusun Gowok ini juga dihiasi puluhan bendera merah putih dan umbul-umbul berwarna warni.

Rani salah satu warga ditemui Gudegnet di lokasi menyampaikan, kampungnya cukup ramai dikunjungi sejak dipasangnay layangan naga.

“Niki kayae (ini sepertnya) jadi viral mas, jadi banyak yang datang. Ditambah lagi banyak wartawan yang meliput, kaya mas-mas ini yang liputan ke sini,” kata dia sambil tertawa.

Namun warga sekitar tidak merasa terganggu dengan viralnya layangan naga tersebut. Mereka hanya meminta pengunjung untuk tetap menjaga protokol kesehatan (prokes).

Warga juga memasang sejumlah informasi prokes di dinding jalan agar dapat dipatuhi oleh para pengunjung.

Warga juga berencana akan melakukan tirakatan yang biasa dilakukan pada malam 17 Agustus namun akan dilakukan secara terbatas dan tetap menerapkan prokes.


0 Komentar

    Kirim Komentar


    jogjastreamers

    GCD 98,6 FM

    GCD 98,6 FM

    Radio GCD 98,6 FM


    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RETJOBUNTUNG 99.4 FM

    RetjoBuntung 99.4 FM



    SWADESI ADHILOKA

    SWADESI ADHILOKA

    Handayani FM


    UNISI 104,5 FM

    UNISI 104,5 FM

    Unisi 104,5 FM


    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM

    MBS 92,7 FM


    Dapatkan Informasi Terpilih Di Sini