Gudeg.net- Gubernur DIY Sri Sultan Hamengkubowono X berpesan kepada masyarakat agar dapat menumbuhkan optimisme dan saling percaya untuk melawan Covid-19.
Sultan menjelaskan, pandemi tidak bisa diramalkan kapan akan berakhir, untuk itu dibutuhkan sikap kooperatif untuk dapat menekan laju penularan Covid-19.
“Pepatah ‘mangan ora mangan waton kumpul’ yang lekat sebagai ikatan kekerabatan, kini tidak tepat lagi untuk dijadikan panutan dalam keluarga. Bagi yang terpapar harus berbesar hati dan rela dipindahkan ke selter atau isolasi terpadu,” tutur Sultan saat sambutan pada upacara HUT RI Ke-76 di Gedung Agung seperti yang tertulis dalam keterangan persnya yang diterima Gudegnet, Rabu (18/8).
Saat ini, Pemerintah Daerah (Pemda) DIY sedang melakukan pengontrolan agar tingkat penularan Covid-19 di tingkat keluarga dan RT dapat ditekan. “Insyaallah secara bertahap kondisi kita akan terus membaik, hingga bisa hidup normal kembali dengan cara baru,” tambahnya.
Ngarsa Dalem menegaskan, bahwa pola kehidupan baru nantinya harus dapat menerima konsekuensi hidup berdampingan dengan Covid-19.
“Dengan penemuan vaksin, bahkan mungkin nanti obat anti Covid-19, akan bisa memberi jaminan kesehatan dan rasa aman. Kita juga harus percaya, bahwa di balik kesulitan selalu ada kemudahan,” tegasnya.
Upacara HUT Ke-76 RI yang kemarin, Selasa (17/8) diselenggarakan di Gedung Agung berlangsung secara sederhana dan khidmat. Dihadiri oleh Wakil Gubernur DIY KGPAA Paku Alam X, Sekretaris Daerah DIY, Ketua DPRD DIY, serta Pimpinan Forkompimda DIY.
Untuk tahun ini, HUT Ke-76 RI mengangkat tema besar ‘Indonesia-Tangguh, Indonesia-Tumbuh’ dan disiarkan secara daring dari Gedhong Pracimosono, Kompleks Kepatihan, Yogyakarta.




Kirim Komentar