Gudeg.net- Jumat (27/8) pagi, Gunung Merapi kembali memuntahkan awan panas sejauh 2.000 meter mengarah ke barat daya.
“Awan panas guguran (APG) Gunung Merapi tanggal 27 Agustus 2021 pukul 9.01 WIB tercatat di seismogram dengan amplitudo 75 mm dan durasi 150 detik,” ujar BPPTKG dalam keterangannya di grup whatsapp Media Merapi, di hari yang sama.
Saat terjadi awan panas, BPPTKG menjelaskan, visual gunung tidak dapat terlihat dengan jelas namun proses awan panas terlihat dari CCYV Pemantauan Gunung Merapi di Gunung Merbabu, Jawa Tengah.
“Saat APG keluar visual gunung dari arah Yogyakarta tidak dapat teramati karena Merapi tertutup kabut dengan intensitas sedang hingga tebal,” jelasnya.
Sementara itu, menurut laporan harian pengamatan BPPTKG periode pukul 00.00-06.00 WIB, terjadi juga 13 kali guguran lava pijar dari Gunung Merapi.
“13 kali guguran tersebut berjarak luncur maksimum sejauh 1.000 meter dan mengarah ke barat daya dari Merapi,” tuturnya.
Sedangkan data kegempaan di periode pengamatan yang sama adalah gempa guguran sebanyak 83 kali, gempa hembusan 57 kali, gempa low frekuensi delapan kali dan gempa hybrid/fase banyak tiga kali.
Hingga saat ini Gunung Merapi masig dalam status Siaga atau Level III sejak ditetapkan pada tangga 5 Novemeber 2020.
Potensi bahaya Gunung Merapi masih berupa awan panas guguran, lontaran material vulkanik dan gugura lava pijar.
BPPTKG tetap mengimbau masyarakat yang berada di Kawasan Rawan Bencana (KRB) III untuk meningkatkan kewaspasaannya dan menjaga jarak aman radius 5 Km dari puncak Merapi.




Kirim Komentar